JOGJA – Pameran produk teknologi informasi (IT) terbesar, Yogyakomtek 2014, mulai digelar di Jogja Expo Center, Sabtu kemarin (30/8). Mengangkat tema Great IT, pameran yang sudah kali ke-17 ini menghadirkan puluhan vendor ternama dengan produk-produk lebih murah. Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Wilayah DIJ Budi Setiawan Indarto mengatakan, pihaknya ingin mengembalikan ruh pameran IT. Harga-harga produk yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di toko. “Kami tidak sekadar memindahkan toko. Produk-produk stok gudang yang masih tersimpan kami keluarkan, sehingga harga jauh lebih murah,” kata Budi dalam pembukaan Yogyakomtek 2014 kemarin.
Budi menambahkan, dukungan Apkomindo pada pameran kali ini cukup besar. Ini dibuktikan dengan pemberian cash back kepada pembeli ketika berbelanja pada nominal tertentu.Cash back yang diberikan, jelasnya, mencapai Rp 1 juta. “Kami memberikan bagi 7.000 transaksi pertama,” tegasnya.Budi mamaparkan sebanyak 82 vendor ikut serta dalam Yogyakomtek 2014, berasal dari brand software, smartphone, operator telekomunikasi dan perbankan. Sejumlah vendor tersebut menghadirkan produk-produk terbaru dengan harga bersaing.Budi manargetkan kunjungan masyarakat meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 150 ribu pengunjung. “Kami masih membidik market mahasiswa,” jelasnya.
Sementara itu Ketua DPP Apkomindo Agustinus Sutandar menjelaskan, berdasarkan data International Data Coporation (IDC) memprediksi, belanja teknologi IT di Indonesia tahun lalu mencapai 32,8 persen. Angka tersebut tumbuh 10,6 persen dari tahun sebelumnya.”Pertumbuhan ekonomi yang membaik menjadi salah satu faktor pendorong tingginya belanja IT,” jelasnya.Selain itu, berdasarkan dara IDC menunjukkan adopsi PC desktop semakin menurun. Pasar PC desktop diprediksi akan mati dan terus menurun pada 2017. Hal tersebut terjadi akibat perubahan perilaku konsumen yang berlaih dari PC desktop dan laptop tradisional ke pasar tablet dan ultramobile. “Pengapalan pasar tablet mengalami peningkatan mencapai 197 juta unit pada tahun lalu,” terangnya. (bhn/laz)

Jogja Utama