JOGJA – Sosialisasi Gerakan Taat Rambu dan Marka (Gentarama) yang diluncurkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Jogja akhir Juni lalu terus digencarkan. Kali ini gerakan itu menyasar wilayah Kota Jogja bagian selatan.
Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Bimbingan Keselamatan Dishub Kota Jogja Sugeng Sanyoto mengatakan, setelah launching Gentarama kemudian diikuti dengan tahapan sapaan santun ke para pengemudi di jalanan dengan membagikan brosur serta mengingatkan pengendara. “Paling tidak akan ada empat kali sapaan santun, mulai minggu kedua Agustus akan melakukan penegakan hukum kepada para pelanggar,” ujar Sugeng di sela sosialisasi di perempatan Tegalgendu Kotagede kemarin (10/7).
Selama masa sosialisasi ini masih berupa himbauan dan mengingatkan para pengendara untuk tertib berlalulintas. Mereka diminta mematuhi rambu dan marka jalan, melengkapi standar kendaraan serta kelengkapan surat-surat. Para pengendara juga diharap bisa tertib,seperti tidak berhenti diluar garis pemisah jalur atau ruang tunggu sepeda. “Karena tidak taat berkontribusi pada ketidakteraturan,” ujarnya.
Sugeng juga mengingatkan saat berada di lampu traffic light yang memiliki alat penghitung mundur atau countdown, pengendara diminta untuk mulai berjalan saat lampu sudah hijau. “Jangan malah digunakan sebagai arena balapan. Penghitung mundur itu untuk mengingatkan siap-siap berjalan, bukannya malah ngebut,” terangnya.
Pemilihan lokasi di wilayah Jogja bagian selatan juga karena beberapa pertimbangan. Di antaranya di wilayah itu tingkat pelanggaran lalulintasnya tinggi. Terbukti, selama tahapan sapaan santun kemarin, ditemui banyak pelanggar. Seperti para pengendara yang tidak menggunakan helm, berhenti diluar garis pemisah, atau tidak menggunakan sabuk pengaman. Ada pula yang melanggar rambu dengan berbelok kiri dari Jalan Tegalgendu ke Jalan Pramuka.
Kanit Pendidikan dan Rekayasa Lalulintas (Dikyasa) Satlantas Polresta Jogja AKP Pardiyana menambahkan, mayoritas pelanggaran lalulintas di Kota Jogja merupakan penerobos traffic light. Kebanyakan beralasan tergesa-gesa. Padahal kondisi itu, lanjut dia, merupakan penyebab kecelakaan. “Terutama di wilayah pinggiran, tidak ada petugas terus melanggar,” ungkapnya.
Satlantas juga memiliki tips aman untuk berlalulintas, melalui tiga siap. Yaitu siap pengemudi, hruas dalam keadaan sehat dan tidak mabuk. Selanjutnya, siap kendaraan, dalam keadaan lengkap, laik jalan, ban tidak gundul. Serta yang ketiga, siap mentaati peraturan lalulintas. “Selain itu sebelum berangkat, berdoa dulu,” tambahnya. (pra/din)

Jogja Utama