JOGJA – Saat nyoblos Pilpres 2014 tiba. Hari ini (9/7) warga Jogjakarta yang memiliki hak pilih berhak memberikan suara untuk menentukan presiden negeri ini untuk lima tahun ke depan yakni pasangan nomor 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan nomor 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla.Semangat untuk mewujudkan pilpres yang berlangsung lancar dalam situasi yang aman dan nyaman pun mengemuka. Sejumlah pejabat berharap pilpres mampu memberikan manfaat dalam kehidupan nyata di masa mendatang.Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengharapkan pelaksanaan pilpres di Kota Jogja bisa berlangsung aman, tertib dan lancar. Menurut dia, berdasarkan pengecekan terungkap semua instansi sudah siap mendukung pilpres. Itu mulai pelaksana hingga pengamanan selama berlangsungnya coblosan hingga penghitungan suara.
“Mari kita sukseskan gelaran pilpres kali ini dengan turut berpartisipasi dan menjaga keamanan,” ajaknya dalam Apel Kesiapsiagaan Pemilu Pilpres 2014 di halaman Balai Kota Jogja kemarin (8/7).Dia juga memberikan catatan terkait status siaga satu yang diterapkan selama pilpres. Menurut HS, hal itu dimaknai sebagai hal yang sungguh-sungguh harus dilaksanakan. “Jangan sampai lengah karena melihat situasi yang berkembang,” jelasnya.Dia menegaskan, ksiapan itu ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait. “Kita siap untuk pengamanan pilpres supaya tertib, stabil, dan lancar,” tegasnya.HS juga meminta masyarakat ikut aktif menjaga situasi di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diimbau jangan ikut provokasi yang tidak perlu. “Jaga ketenangan wilayah dengan tetap mempergunakan hak pilih,” harapnya.
Untuk pengamanan coblosan pilpres hari ini, di wilayah Kota Jogja diterjunkan dua kendaraan perintis (rantis) jenis panser. Itu milik Kodam IV Diponegoro. Kedua Panser yang terdiri dari panser pengintai dan panser serbu ini disiagakan di Makodim 0734 Kota Jogja. Dua panser itu setiap saat siap dimanfaatkan.Kedua panser itu ikut ditampilkan dalam Apel Kesiapsiagaan Pemilu Pilpres 2014 di Balai Kota Jogja kemarin. Selain dua panser, Kodim juga mendapatkan bantuan pasukan satuan setingkat kompi (SSK) dari Bataliyon 403 Wirasada Pratista (WP) Jogjakarta. Mereka akan melengkapi sebanyak 360 prajurit TNI yang sebelumnya disiagakan untuk pengamanan pilpres di Jogja. “Mereka tersebar di koramil-koramil di Kota Jogja,” terang Komandan Kodim 0734 Letkol (Arh) Ananta Wira.
Menurut dia, pengiriman dua panser dan bantuan pasukan tersebut sejalan dengan status siaga satu secara nasional yang ditetapkan Mabes TNI. Meski begitu, Kodim 0734 akan terus koordinasi dengan Polresta Jogja dalam memantau keamanan. Sebab, ujarnya, polisi tetap diutamakan dalam urusan pengamanan. Tambahan bantuan dan kesiapan aparat untuk mengamankan gelaran pesta demokrasi ini, Ananta mengimbau masyarakat untuk tidak perlu takut dan ragu memberikan suara. “Warga silakan memberikan hak pilihnya masing-masing,” ujarnya.Sedangkan Kapolresta Jogja Kombes Pol Slamet Santoso mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dua per tiga kekuatan atau sekitar 1.300 personel untuk pengamanan coblosan pilpres. Selain itu, polresta juga melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang rawan terjadi gesekan saat coblosan.
Dari 802 TPS di Kota Jogja terdapat sekitar 80 TPS yang dianggap memiliki potensi kerawanan. Puluhan TPS itu akan mendapat perhatian khusus dari kepolisian. “Di Kota Jogja, dari 802 TPS ada sekitar 80 TPS yang rawan. Ada karena termasuk TPS VVIP yang nyoblos di situ atau kerawanan lainnya, ” ujar Slamet. (pra/amd)

Jogja Utama