JOGJA – Tersandung dugaan korupsi penjualan tanah 4.000 meter persegi di DusunPlumbon Desa Banguntapan, Bantul, empat dosen tetap dari Universitas Gajah Mada (UGM) terancam diberhentikan statusnya sebagai pengajar.
Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset Prof Dr Ir Budi Santoso Wignyosukarto menegaskan pihaknya akan membantu aparat penegak hukum yang menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan empat dosen dari UGM. Menurutnya UGM akan membantu penegak hukum terkait keterangan yang dibutuhkan dari pihak kejaksaan.
Lanjutnya, universitas atau kampus memiliki struktur organisasi yang jelas terkait empat dosen tersebut. Sehingga kampus memiliki tanggung jawab atas kasus yang melibatkan pengajar di UGM. “Jika kejaksaan mengirimkan surat kepada kami terkait status empat dosen tersebut. Kalau tersangka ditahan ya kita berhentikan sementara karena tidak bisa menjalankan tugasnya,” tegas Budi Santoso kepada Radar Jogja di komplek UGM kemarin (18/6).
Sebaliknya jika tidak ditahan dan statusnya belum ditetapkan tersangka oleh kejaksaan dengan nama lengkap, pihak kampus tetap akan menpersilahkan empat dosen tersebut mengajar seperti biasa. Disinggung dirilisnya nama empat dosen UGM menjadi tersangka, menurutnya, tidak akan berdampak psikologis ke dosen maupun mahasiswa. Sebaliknya, mahasiswa dari fakultas terkait tetap melakukan proses kuliah seperti biasa. “Saya kira tidak akan berdampak psikologis kepada dosen tersebut karena statusnya masih belum jelas baru inisial dan belum ditahan kan,”tegasnya.
Sejauh ini, internal kampus sudah berkoordinasi untuk memberikan pendampingan hukum. Bila diperlukan pihaknya akan menyediakan kuasa hukum. Kendati yayasan Fopertagama sudah memberikan pendampingan hukum. “Belum mengeluarkan rilis terkait kebijakan dan sikap kampus. Karena belum ada surat resmi dari kejaksaan,” ungkapnya.
Budi menandaskan Yayasan Fakultas Pertanian UGM (Fapertagama) bukan organisasi dari universitas UGM. Sehingga kampus tidak ikut campur, karena di luar organisasi kampus.Kecuali para dosen pengajar yang merupakan bagian dari kampus, sebab secara organisasi masuk dalam fakultas.
Terpisah, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan KPK akan melakukan monitor bila diperlukan. Ia meminta agar empat dosen yang diduga korupsi untuk bersikap kooperatif saja. Sehingga proses yang dilakukan penegak hukum dapat berjalan lancar.
“Kami hormati proses hukum yang dilakukan kejaksaan. KPK sudah menetapkan tujuh tersangka yang memiliki status profesor atau dosen. Mudah-mudahan tidak tambah dari teman-teman di UGM ya,” ujar Pandu Praja di UGM kemarin. (hrp/ila)

Jogja Utama