SLEMAN – Kelompok fotografi Amikom Jogjakarta, Potrait kembali berpameran. Bertajuk 1001 Wajah jogja, pameran foto kali ini mengangkat kekayaan potensi alam, seni, budaya dan kearifan lokal Jogjakarta. Pameran ini dilaksanakan di Basement Gedung 5, Amikom hingga hari Kamis besok (1/5).
Ketua pameran, Alfin Kusnanda mengungkapkan dalam pameran kali ini menyajikan 60 karya foto dari 20 fotografer. Karya-karya ini lanjut Alfin mengambil berbagai sub tema kekayaan Jogjakarta. Alfin menjelaskan tujuan dari pameran ini, untuk melihat Jogjakarta dari ragam jendela fotografi.
“Para mahasiswa yang tergabung dalam Potrait sendiri tidak hanya mahasiswa dari Jogjakarta. Sehingga tujuan dari pameran ini juga bertujuan agar, para mahasiswa luar Jogjakarta ini mengenal lebih dalam. Untuk perburuan foto sendiri tidak dibatasi, mulai dari Sleman, Kota Jogja, bantul, Wonosari hingga Kulonprogo,” kata Alfin (29/4).
Beberapa karya yang ditampilkan dalam pameran ini memiliki keunikan sendiri. Keunikan ini tak hanya dari segi komposisi namun juga pemilihan objek foto. Salah satunya adalah karya milik Ahmad Nashiruddin yang berjudul Kilau Malam.
Karya milik Ahmad ini mengabadikan galaxy bimasakti sebagai objek fotografinya. Pengambilan foto sendiri dilakukan di Gunung Api Purba Nglanggeran, Wonosari. Dalam foto ini memperlihatkan keindahan susunan bintang, dengan pemandangan Jogjakarta sebagai latar belakang foto.
Foto lain adalah karya Yuni Nur Anggraini yang berjudul Sosialisasi Tempo Dulu. Foto ini diambil di areal Kraton Jogjakarta dan memilih ibu-ibu penjual sebagai objek foto. Yuni memilih untuk mengabadikan fotonya dalam kompisisi foto hitam putih, untuk menghidupkan suasana tempo dulu.
“Jadi kita bebaskan untuk memaknai tema yang diangkat dan berhubungan dengan 1001 Wajah Jogja. Tujuannya agar foto yang ditampilkan tidak monoton dan memiliki warna. Jogjakarta sendiri sangat istimewa dari berbagai sudut pandang, inilah kekayaan yang kita miliki,” kata Alfin.
Pameran ini sendiri melibatkan mahasiswa angkatan 2013 Amikom Jogjakarta. Keunikan lain dari pameran ini adalah, setiap anggota tidak diwajibkan menggunakan kamera DSLR. Anggota Potrait lanjut Alfin dibebaskan menggunakan ragam jenis kamera.
Penerapan konsep ini menurut Alfin sesuai dengan tagline Potrait, Kreativitas Tidak Terbatas Oleh Alat. Tujuannya agar setiap anggota Potrait dapat memaksimalkan kemampuan. Sehingga dalam kelompok ini mengedepankan proses pembelajaran tidak hanya hasil dalam melakoni dunia fotografi.
Untuk melengkapi pameran ini, pada hari penutupuan, Kamis (1/5) akan mendatangkan Sigit Pamungkas. Workshop Sigit Pamungkas ini lanjut Alfin akan menyajikan teknik foto studio dan juga pencahayaan. Workshop ini terbuka untuk umum tidak hanya mahasiswa Amikom saja.
“Selain berkarya melalui pameran, juga berbagi ilmu dengan menghadirkan pakar fotografi. Sigit Pamungkas sendiri merupakan pemilik salahs atu sekolah fotografi di Jogjakarta,” kata Alfin. (dwi)

Jogja Utama