Sebagai seorang tenaga pengajar, sudah menjadi kewajiban mendukung prestasi positif setiap anak didiknya. Kepala SMKN 3 Kasihan Rakhmat Supriyono mengungkapkan selain memiliki pengetahuan, siswa juga wajib memiliki keberanian. Keberanian ini diartikan dengan berani keluar dari lingkup sekolah dalam berkarya.
Hal ini diungkapkan oleh Supriyono, sapaannya, beberapa waktu lalu dalam pembukaan pameran seni rupa Ekspre51 di galeri SMKN 3 Kasihan. Sekolah kejuruan yang lebih akrab dengan nama Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) ini telah menyetak berbagai prestasi. Khususnya pretasi di bidang seni rupa yang terbagi dalam berbagai bentuk.
“Siswa itu memiliki hak dan kewajiban untuk mempertontonkan karya mereka di khalayak umum. Tujuannya agar siswa memiliki keberanian, rasa percaya diri yang bagus ketika keluar dari lingkup yang nyaman,” kata Supriyono.
Sebagai wujud dari pernyataannya ini, Supriyono memberikan kebebasan bagi siswanya untuk keluar dari sekolah. Salah satu wujudnya adalah dengan menggelar pameran tugas akhir bagi kelas tiga. Pameran ini menyajikan karya-karya para siswa, sebagai syarat kelulusan di tingkat SMKN.
Supriyono mengungkapkan peranan tenaga pengajar, khususnya guru sangatlah besar. Sebagai orang terdekat dengan siswa di lingkup sekolah, guru wajib memberikan suntikan moral. Menanamkan kedekatan dan mau secara terbuka dalam bertukar ide dan pengetahuan.
“Pameran atau berkreasi dengan keluar dari lingkup sekolah tentunya sangat bagus untuk para siswa. Misalkan untuk pameran karya seni, menghadapi lingkungan yang tak dikenal. Di sini juga bisa menjaring masukan dari orang yang tidak siswa kenal,” kata Supriyono.
Imbasnya, menurut Supriyono, siswa akan memiliki tingkat kematangan yang berbeda. Apalagi untuk menghadapi tantangan global, penerapan konsep seperti ini sangat pas. Keberhasilan atau kegagalan yang didapatkan oleh siswa juga merupakan proses belajar dalam meraih keberhasilan.
“Belajar itu tidak harus dalam suasana kelas, dan terlihat menengangkan. Belajar dengan menyenangkan juga menjadi salah satu kunci agar anak,” kata Supriyono. (dwi/ila)

Jogja Utama