JOGJA– Rumah Sehat Lansia (RSL) Kota Jogja masuk nominasi Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) RI di bidang inovasi pelayanan publik. Ini menjadi pemacu bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja terus mengembangkan inovasi pada RSL.
Kepala Dinkes Kota Jogja, Fita Yulia mengatakan, sebelumnya Dinkes telah mempresentasikan proposal soal inovasi pelayanan publik di Jakarta. Hasil presentasi, Jogja masuk nominasi dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Kemudian, tim penilai dari Kemenpan berkunjung ke Kota Jogja melakukan penilaian dan meninjau secara langsung.
“Proposal yang kami ajukan dan presentasikan ada diurutan 30, dari 99 proposal yang masuk nominasi. Nanti akan diambil tiga terbaik. Untuk itu, kami terus melakukan inovasi pelayanan di RSL ini,” tegas Fita di RSL yang ada di Jalan Pakel Baru, Sorosutan Umbulharjo Jogja, kemarin (7/4).
Fita meneruskan, perlombaan inovasi pelayanan publik yang digelar Kemenpan tersebut menjadikan Kota Jogja semakin diperhitungkan. Sebelumnya, Kota Jogja mendapat penghargaan atas layanan gizi dan layanan yes 118.
Dengan RSL, Dinkes optimistis masuk nominasi dan diperhitungkan daerah lain. RSL tidak hanya memberikan fasilitas gratis dalam mengurus lansia yang sehat, melainkan adanya dokter spesialis penyakit dalam konsultan Geriati, perawat umum, dan tenaga gizi yang ikut memberikan kemudahan. RSL Kota Jogja baru berjalan setahun ini. Meski begitu, sebulan telah dikunjungi lebih dari 100 orang.
“Semoga, RSL bisa diketahui lebih dekat para lansia. Tidak hanya melayani konsultasi penurunan kesehatan fisik, tetapi psikis juga,” katanya.
Tim penilai dari Kemenpan Agus Kusnadi mengatakan, perlombaan inovasi pelayanan publik ini akan diumumkan pada 16 April di Jakarta. Ia melihat RSL Kota Jogja di bidang pelayanan publik memiliki inovasi yang baik. RSL bukan rumah jompo, melainkan melayani kesehatan lansia yang dilengkapi dokter spesialis yang lengkap.
“Yang hebat dari Jogja, mereka memberikan layanan dengan gratis. Dana yang digunakan dari APBD. Program ini sudah berjalan baik. Kini, tinggal pengumuman pada 16 April nanti,” imbuh Agus, usai melihat langsung RSL Kota Jogja.
Agus melanjutkan, adanya tenaga medis yang tersedia membuat nilai lebih bagi Jogja dengan inovasinya. Bahkan, jenis pelayanan yang diberikan memberi kenyamanan pada lansia yang berkunjung.(hrp/hes)

Jogja Utama