Rumah Roy Suryo Didemo Masa Gema Kebudayaan NKRI
SLEMAN – Dua hari menjelang coblosan, rumah calon anggota DPR RI dari Partai Demokrat yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga KRMT Roy Suryo Notodiprojo didemo belasan orang dari massa Gerakan Muda (Gema) Kebudayaan NKRI. Mereka melakukan demo dengan mendatangi kediaman Roy di Jalan Magelang Km 5, Sinduadi, Mlati, Sleman, kemarin (7/4).
Dalam aksi itu, massa Gema NKRI tak banyak melakukan orasi. Mereka datang dengan mulut ditutup masker warna ungu. “Masker ini sebagai simbolissai agar Roy Suryo tidak banyak bicara di luar kapasitas dan bidangnya,” ungkap Koordinator Aksi Gema Kebudayaan NKRI Dadang Wahyono.
Gema Kebudayaan NKRI juga mendesak Roy tidak terlalu campur tangan terhadap masalah internal Keraton Kasunanan Surakarta. Termasuk terkait dengan upaya pengembalian Daerah Istimewa Surakarta yang diperjuangkan ke Mahkamah Konstitusi. Desakan itu diwujudkan dalam bentuk surat terbuka kepada Roy Suryo.
“Daerah istimewa itu amanat konstitusi berdasarkan hak asal usul yang dijamin UUD 1945. Suatu daerah menjadi daerah istimewa tidak berarti keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Roy juga diminta mencermati kaidah hukum sebelum bertindak sebagai mediator. “Kalau tidak mengerti soal hukum diam saja. Lebih baik kerja yang benar sebagai menteri,” sindirnya.
Massa Gema Kebudayaan NKRI mendesak sebelum mengurusi masalah kerajaan lain, agar lebih dulu menyelesaikan persoalan internal yang masih melanda Pura Pakualaman. Itu karena Roy masih terhitung sebagai kerabat Pura Pakualaman.
Sebagaimana diketahui, selain Keraton Kasunanan Surakarta, masalah internal juga dihadapi Pura Pakualaman. Itu menyusul suksesi pascawafatnya Paku Alam VIII yang sampai sekarang belum selesai.
Kini di Pakualaman muncul dua Paku Alam IX. Yakni KPH Ambarkusumo yang jumeneng sebagai Paku Alam IX sejak 31 Mei 1999, dan KPH Anglingkusumo yang dikukuhkan masyarakat Adikarto Kulonprogo sebagai Paku Alam IX pada 15 April 2012 lalu.
“Selesaikan dulu urusan internal Pakualaman, jangan malah ngurusi yang lain,” pintanya.
Setelah melakukan aksi bisu selama 45 menit, massa kemudian meninggalkan rumah Roy Suryo. Tak ada tanggapan dari pemilik rumah karena saat itu Roy diketahui masih berada di Jakarta. (mar/din)

Jogja Utama