SLEMAN – Miskin bicara banyak bekerja. Tidak obral janji tapi banyak memberikan bukti kepada rakyat. Itu menjadi prinsip yang selama ini dipegang Bertha Cahyani Hastari Aji.
Selama lima tahun mengemban amanat rakyat sebagai anggota DPRD DIJ Periode 2009-2014, Bertha betul-betul menjalankan sikap tersebut. Ia akan bergerak cepat membantu kebutuhan masyarakat. Terutama masyarakat Kabupaten Sleman yang selama ini diwakilinya.
“Kami selalu setia satu hati membangun desa. Pemberdayaan dan pembangunan kawasan pedesaan menjadi fokus perhatian kami,” ujar anggota Komisi D DPRD DIJ kemarin (3/4).
Jauh sebelum masa kampanye, Bertha, sapaan akrabnya telah terbiasa blusukan keluar masuk ke desa. Berbagai elemen telah disambanginya. “Desa memang harus dikuatkan. Momentum lahirnya UU Desa menjadi pintu masuk kita membangun dan memberdayakan masyarakat desa,” paparnya semangat.
Sebagai wakil rakyat, Bertha sering memfasilitasi desa mengakses anggaran-anggaran pemberdayaan masyarakat. Salah satu sarananya melalui alokasi anggaran bantuan sosial maupun hibah.
“Semua harus diarahkan untuk program-program produktif dan peningkatkan infrastruktur desa yang diperlukan masyarakat,” tuturnya. Juga melakukan dialog dengan kelompok masyarakat difabel.
Karena obsesinya satu hati membangun desa, membuat Bertha memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DIJ. Ia tercatat sebagai calon dari Partai Demokrat nomor urut 1 mewakili Sleman Utara.
Basis masyarakat Sleman utara tersebar di Kecamatan Sleman, Ngaglik, Tempel, Ngemplak, Kalasan, Turi, Pakem, Cangkringan, dan Kecamatan Prambanan. Selama ini, sembilan kecamatan itu menjadi daerah yang menjadi sasaran kunjungan Bertha.”Kadang waktu itu terasa kurang ketika harus melayani, dan bersilaturahmi dengan masyarakat,” ceritanya.
Kesibukan Bertha bertemu masyarakat itu antara lain terlibat Rabu (2/4). Sejak pagi hingga malam hari ini mengadakan sosialisasi dan menghadiri berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Antara lain mendatangi undangan masyarakat di Dusun Candi Karang yang melakukan pengaspalan jalan dusun, lalu menghadiri pengajian di daerah Krapyak Ngemplak, Sleman, dan malammya datang ke acara ramah tamah dengan warga Nandan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. “Saat itu hari paguyuban dan anggota tukang ojek dan parker Monumen Jogja Kembali,” kataya. Malam itu, acara dilanjutkan mengikuti acara keroncongan yang digelar masyarakat Pendowoharjo, Sleman. “Bertemu masyarakat itu pokoknya asyik dan nggak membuat kita lelah, malah gembira,” tuturnya dengan wajah sumringah. (kus/ila)

Jogja Utama