JOGJA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) punya sikap khusus terkait masyarakat pedesaan. Partai ini menilai penguatan demokrasi sangat penting untuk meningkatkan kemakmuran sekaligus mengangkat eksistensi kehidupan masyarakat pedesaan.
Sikap itu tak lepas dari dukungan signifikan dari masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan untuk PKB. Artinya, pendukung PKB adalah warga pedesaan.
“PKB tetap mengedepankan visi-misi melalui program pemenangan pemilu. Agar rakyat bisa mengetahui dengan jelas apa yang diperjuangkan PKB ketika kelak menang pemilu,” kata anggota Komisi VII DPR RI Agus Sulistiyono SE MT saat dialog bersama warga di rumah caleg DPRD Kulonprogo Sikatun Kamdi di Dusun Semawung, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo kemarin (1/4).
Visi pemenangan pemilu PKB, kata dia, memperkuat politik kebangsaan Nahdlatul Ulama (NU). Sedang khusus pemenangan Pemilu 2014 perlu dilakukan menguatkan demokrasi untuk mempercepat kemakmuran masyarakat desa.
Agus Sulis menegaskan, kemenangan PKB juga untuk memperkuat perlindungan kepada petani dan nelayan, mempercepat pembangunan daerah tertinggal, menciptakan buruh yang sejahtera, serta meningkatkan keterlibatan kaum perempuan pada sektor strategis.
Dengan politik kebangsaan Nahdlatul Ulama, kata dia, berarti memiliki landasan teologis, sosiologis, dan kultural yang sangat kuat untuk membangun tatanan masyarakat yang beradab. “Pandangan dan sikap NU dalam melihat negara dan sistem kebangsaan di Indonesia telah terbukti relevansinya dan memperkuat eksitensi kehidupan bangsa dan negara Indonesia,” tegas caleg DPR RI dari PKB untuk dapil DIJ ini.
Makin berkembang ajaran yang dianut NU, lanjut Agus Sulistiyono, akan memudahkan pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Nusantara ke arah lebih baik. “Islam sebagai rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam semesta menjadi lebih nyata dan aktual dalam keberagaman yang dianut NU,” ujarnya.
Selain itu, cita-cita luhur pendiri dan tokoh NU, terutama KH Abdurrahman Wahid, di bidang politik belum sepenuhnya terwujud. Kehidupan demokrasi yang menyejahterakan rakyat, kepemimpinan sipil yang kuat, penghargaan terhadap peradaban, toleransi dalam kehidupan beragama, penghormatan terhadap pluralitas, merupakan identitas dari tokoh dan pemimpin NU yang harus diperjuangkan melalui jalur politik.
Agus Sulistiyono, yang juga menjabat ketua DPW PKB DIJ, menambahkan, kondisi kehidupan masyarakat di pedesaan selama ini masih sangat memprihatinkan. Menurutnya, keberadaan desa dan masyarakatnya masih belum banyak mendapat perhatian memadai dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Hal itu tecermin dari minimnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan desa. Kebijakan pembangunan masyarakat desa bersifat parsial dan setengah hati.
Sejak lima tahun terakhir, PKB sudah memberikan perhatian terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat desa, PKB mencoba melakukan intervensi untuk pemberdayaan masyarakat desa, bekerja sama dengan asosiasi pemerintah desa, dan lembaga yang mewadahi perangkat desa yang berhimpun dalam Parade Nusantara.
“PKB sudah mencoba mengihktiarkan gerakan politik untuk merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat,” jelasnya. (mar/ila)

Jogja Utama