RADAR JOGJA - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) 2023 resmi dibuka di GOR Among Raga, Selasa (14/3). Ajang berlangsung hingga 18 Maret.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya mengatakan, POPDA DIJ bertujuan untuk mengukur pencapaian pembinaan prestasi olahraga atlet pelajar serta mencetak calon-calon atlet terbaik pelajar yang akan menjadi andalan DIJ. “Juga menjadi salah satu ajang seleksi untuk event Pra Popnas dan Popnas,” katanya.
Tema yang diusung adalah ‘Ajang Mencetak Atlet Nasional dan Go Internasional’. Pesertanya 2.137 atlet, pelatih, dan official. Kontingen Kabupaten Sleman menjadi daerah dengan perwakilan terbanyak, 480.
Ajang tahun ini mempertandingkan 29 cabor definitif dan tiga cabor eksebisi yakni hapkido, menembak, dan wushu.
Plt Asisten Sekda Bidang Pengembangan Sumber Daya Masyarakat Pemprov DIJ Aris Eko Nugroho mengatakan, Popda merupakan momentum yang sangat penting bagi seluruh pelajar untuk menunjukkan kemampuan dan bakat dalam berolahraga. Ajang bukan hanya tentang memenangkan medali atau trofi tapi juga tentang semangat kebersamaan dan sportivitas.
Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto berharap bisa muncul atlet-atlet muda potensial yang nantinya akan disiapkan untuk pembinaan lebih lanjut. Terutama dalam waktu dekat pembinaan menuju ke PON 2024 di Aceh-Sumatra Utara. Menurutnya, beberapa potensi ada di cabor atletik, voli pasir, dan bahkan ada beberapa atlet yang sifatnya nasional sudah turun di POPDA ini. Sebab syarat peserta di Popda dibatasi oleh usia saja, yakni 18 tahun dan pelajar. “Dengan adanya cabor-cabor yang potensial bagi DIJ, tentu akan memberi kontribusi yang bagus bagi kontingen DIJ untuk menyongsong PON 2024 besok,” ucapnya. (tyo/din) Editor : Editor Content