Sebaliknya, kalau kalah, lantas di laga lain kedua tim rival mereka yakni Persipura Jayapura dan Barito Putera menang, impian PSS untuk stay di Liga 1 bakal kandas. Sementara jika kedua tim tersebut meraih hasil imbang atau kalah, PSS otomatis selamat dari lubang jarum. Selengkapnya bisa dilihat di grafis.
Saat ini, Super Elang Jawa -julukan PSS- menempati peringkat ke-14 dengan koleksi 36 poin. Mereka terpaut tiga angka dari Persipura yang berada di posisi ke-16 atau zona merah. Sedangkan peringkat ke-15 dihuni Barito Putera dengan torehan 35 poin.
Meski hanya butuh hasil imbang, pelatih PSS I Putu Gede (IPG) menegaskan timnya tetap menargetkan poin penuh. IPG ingin PSS bisa mengakhiri kompetisi dengan happy ending. Mental pemenang, kata dia, harus selalu ditanamkan oleh seluruh pemain. "Kemenangan rasanya lebih indah dan nikmat. Enggak menguntungkan kalau kami berpikir hanya merebut draw dari Persija. Kemenangan harus ditanamkan karena jauh lebih bagus jika bisa menang," ujar IPG saat konferensi pers virtual kemarin pagi (30/3).
Tapi, mantan pelatih Persekat Tegal itu menyadari misi untuk mencuri poin dari klub berjuluk Macan Kemayoran itu tidak akan mudah. Sebab, Persija diprediksi bakal bermain lepas tanpa beban. Karena apapun hasil yang didapat tak menggoyahkan posisi mereka di peringkat 10 besar klasemen akhir. Faktor inilah yang diwaspadai IPG.
Persija sendiri bukan tanpa celah. Sebab, pada laga ini mereka dipastikan tidak diperkuat dua pilar andalan; Makan Konate dan Rohit Chan karena akumulasi kartu. Pun di laga sebelumnya Persija hanya bermain imbang 1-1 lawan Bhayangkara FC (26/3). Sedangkan PSS dalam motivasi tinggi setelah membekuk Persela Lamongan dengan skor 3-2 (24/3). "Tapi ya kami tetap waspada, tanpa dua pemain itu Persija tetap kuat karena pemain pengganti punya kualitas. Mereka pasti akan menunjukkan karena mereka enggak ada tekanan beban," katanya.
Yang pasti, IPG menyatakan bahwa timnya siap berjuang mati-matian. Apalagi, di laga nanti PSS hanya minus satu pemain, yakni Rivaldi Bawuo yang tengah dibekap cedera. Sementara lainnya dalam keadaan oke dan siap tempur.
Bagi IPG, pertandingan melawan Persija adalah partai hidup dan mati. Laga krusial penentu masa depan PSS di pentas liga. "Walau bukan penentuan juara, ini sama rasanya seperti juara kalau kami bisa lolos dari jurang degradasi," ucapnya. Dengan komposisi pemain yang hampir sama ketika lawan Persela, IPG berjanji timnya bakal berusaha tampil maksimal. Lebih determinatif dan atraktif.
Di sisi lain, dia juga lega dan bersyukur karena laga pekan ke-34 itu digelar secara bersamaan. "Ini positif banget. Jadi asas fair play-nya juga ada. Ini sangat menguntungkan, tidak hanya PSS tapi juga Barito Putera dan Persipura," paparnya.
Target poin jadi syarat mutlak untuk bertahan di Liga 1 musim depan. Skuad Super Elja punya komitmen untuk tampil all out di laga pamungkas. Hal itu ditegaskan kapten tim Bagus Nirwanto.
Bagus menuturkan, dia dan rekan setim siap mengerahkan kemampuan terbaik. "Pertama kami siap untuk laga besok (hari ini, Red). Ini laga terpenting semua pemain akan termotivasi bermain semaksimal mungkin. Semoga jadi happy ending buat PSS dan bertahan di Liga 1," harap bek 29 tahun itu.
Adapun pelatih Persija Sudirman menyatakan skuadnya siap menghadapi PSS. Meski tidak full team, dia tak khawatir. Sudirman tetap optimistis Persija bisa merebut tiga poin. "Kami masih memiliki pemain-pemain muda yang siap bertanding. Saya pikir ini akan jadi kesempatan bagi mereka untuk bisa menunjukkan kualitas dan menambah jam terbang untuk masa depan mereka," ungkap Sudirman. (ard/din) Editor : Editor Content