Dalam simulasi kemarin pemanjat DIJ Amelia Windi sukses meraih medali perak combined putri dengan total poin 40. Sedangkan emas diraih atlet asal Jateng Gracia Evania dari combined putri (speed, bouldering, dan lead) dengan total poin tertinggi 4. Kemudian perak di sabet Ndona Nasugian (Jateng) dengan total 48 poin. Sedangkan, spiderwoman Indonesia Aries Susanti (Jateng) menempati peringkat keempat dengan raihan poin 60.
Nah dari combined putra atlet DIJ Seto berhasil meraih emas dengan total poin 4. Seto meraih emas dari nomor speed dan bouldering. Sedangkan di nomor lead dia menempati peringkat empat. Medali perak dan perunggu diraih atlet Jateng Muamar Izzadi dan Solikhin dengan total poin masing-masing 12 dan 28.
Pelatih panjat tebing DIJ Sultoni Sulaiman mengaku hasil simulasi cukup memuaskan. Namun diakuinya masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki. “Untuk tahap awal persiapan umum sudah bagus. Apalagi kami juga baru satu bulan latihan intensif kembali di Mandala Krida,” ujarnya kemarin (14/12).
Menurut Sultoni, ada beberapa catatan yang harus dibenahi yakni terkait endurance atau daya tahan serta kekuatan otot jari yang dinilai masih kurang. “Jadi dalam tahap ini intensitas dan volume latihan memang masih rendah. Sehingga pada saat masuk persiapan khusus di bulan Maret-April akan kami coba lagi untuk simulasi tanding," katanya.
Pelatih Puslatda panjat tebing Jateng Iwan Heri Setiawan berujar, simulasi atau try out dinilai sangat penting bagi timnya untuk mengukur hasil latihan yang selama ini sudah dijalankan. Juga sebagai bahan evaluasi tim pelatih. “Kalau hilang euforia kompetisi sedikit akan berbahaya karena kami tengah mempersiapkan PON. Hasil try out ini tentunya ada evaluasi yang akan kami gunakan untuk melakukan perombakan di tim inti dan cadangan,” ungkap Iwan. (ard/laz) Editor : Editor Content