Edy mengatakan Febri merupakan sosok dan contoh yang baik di dalam maupun di luar lapangan. Selain itu, pengalaman serta mental juara pebasket 35 tahun itu tak perlu diragukan lagi. Ya, selama berkostum CLS Knights Febri sukses mengantarkan tim asal Surabaya itu menjuarai dua ajang bergengsi sekaligus. Yakni Indonesian Basketball League (IBL) musim 2015/2016 dan Asean Basketball League (ABL) musim 2018/2019. "Setelah Febri bergabung ada peningkatan gairah yang signifikan di dalam mess maupun saat latihan. Semoga berdampak ke kualitas tim saat liga dimulai,” ujar Edy.
Disisi lain, bergabungnya Febri mengakhiri spekulasi mengenai karir pemain berjuluk Mr. Clutch itu. Sebab, selain BPJ Febri memang sempat dikaitkan dengan sejumlah klub peserta IBL. Namun pemain kelahiran 8 Februari 1985 itu akhirnya mantap melabuhkan hatinya ke Jogjakarta. “Bima Perkasa tim yang sehat. Banyak pemain muda potensial di sini sekaligus jadi tantangan baru untuk saya. Kulonuwun Jogjakarta,” kata Febri.
Bergabungnya Febri tak hanya semakin memperkuat skuad BPJ. Tapi juga menjawab pertanyaan fans terutama Kanca Bima setelah manajemen melepas beberapa pemain. Saat ini BPJ punya sembilan pemain. Mereka adalah Tifan Pradita, Azzaryan Pradhitya, Restu Dwi Purnomo, Ali Mustofa, Raylly Pratama, Nuke Tri Saputra, Reza Arfah, Melki Sedek, dan Febri.
Selain itu, BPJ juga tengah berburu tanda tangan pelatih asal Amerika yaitu David Singleton. Sebelumnya, manajemen BPJ sudah melakukan komunikasi dengan David.
Satu-satunya wakil DIJ di IBL itu terus mematangkan persiapan. Satu di antaranya yakni menggelar tes fisik dan kekuatan otot para pemain. Tes dan latihan masih dilakukan secara tertutup sebagai antisipasi persebaran Covid-19. Juga kewajiban menjalankan protokol dari BPBD DIJ. (ard/pra)
Editor : Editor Content