Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Beralasan Salah Pilih Formasi

Editor Content • Kamis, 12 Desember 2019 | 14:30 WIB
BERKELAS: Pemain PSS SLeman Guilherme Filipe “Batata” de Castro (kiri) membayangi pemain Persela Lamongan Rafael Gomes De Olivera dalam laga di Stadion Surajaya, Lamongan, kemarin (11/12).
BERKELAS: Pemain PSS SLeman Guilherme Filipe “Batata” de Castro (kiri) membayangi pemain Persela Lamongan Rafael Gomes De Olivera dalam laga di Stadion Surajaya, Lamongan, kemarin (11/12).
Radar Jogja - Hasil tidak memuaskan kembali didapat PSS Sleman dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019. Dalam laga pekan ke-32 itu Super Elang Jawa -julukan PSS- harus mengakui keunggulan Persela Lamongan dengan skor tipis 0-1 di Stadion Surajaya, kemarin (11/12). Gol kemenangan tuan rumah dicetak Sugeng Efendi pada menit ke-56.
Mencoba bermain dengan formasi baru, PSS justru gagal mencuri poin di kandang lawan. Ya, dalam laga kemarin juru taktik PSS Sleman Seto Nurdiyantara memang melakukan beberapa rotasi pemain. Itu untuk memberikan kesempatan bagi para pemain yang kurang mendapatkan menit bermain. "Kami pakai 3-4-3. Karena baru dua hari dicoba, hasilnya belum maksimal," ungkapnya.

Kendati demikian, secara keseluruhan pelatih asal Kalasan itu menilai anak asuhnya sudah memahami permainan yang dia inginkan. Hanya saja, Seto menyadari bahwa Bagus Nirwanto cs masih banyak melakukan kesalahan secara individu. Terutama kesalahan passing, juga kontrol bola.

Selain itu, faktor lain yang membuat PSS urung mencetak gol yakni, tak adanya aliran bola yang datang kepada sang mesin gol, Yevhen Bokhashvili. "Defense oke tapi saat menyerang harus lebih variatif," ujar Seto.

Nah, kesalahan demi kesalahan yang dilakukan, menjadi celah bagi Persela untuk membobol gawang PSS. Benar saja, memasuki paro kedua Persela sukses membuka keunggulan melalui penetrasi Kei Hirose dari sisi kiri yang melepaskan bola ke depan gawang PSS yang dikawal Ega Rizky. Alex Goncalves pun menyambut dengan sontekan melambung yang selanjutnya disambar tandukan Sugeng Effendi.

Seto mengatakan kekalahan ini bakal dijadikan pembelajaran penting untuk pertandingan selanjutnya. Terutama saat pemilihan formasi baru. "Pembelajaran juga bagaimana setiap individu bisa bermain secara stabil," katanya.

Gelandang PSS Sleman Wahyu Sukarta menilai timnya sudah bermain dengan maksimal kendati hasil belum sesuai yang diharapkan. "Ya, secara hasil tidak memuaskan. Semoga ke depan kami bisa lebih baik," ujarnya.

Pelatih Persela Lamongan Nil Maizar mengatakan kemenangan tersebut didapat berkat kerja keras dan kemauan para pemainnya. Apalagi, dia menyebut Persela seperti berada di bawah tekanan. Juga tuntutan permainan yang harus sempurna. "Alhamdulillah pemain bisa menjalankannya. Semoga hasil ini terus berlanjut dan Persela tetap berjaya di Liga 1," harap pelatih berusia 49 tahun itu.

Hasil ini membuat Laskar Sembada turun ke posisi tujuh dengan raihan 44 poin dari 32 laga yang dilakoni. Sedangkan, Persela naik ke peringkat 11 dengan koleksi 40 poin dari 32 laga. (cr18/din) Editor : Editor Content
#elang jawa #PSS Sleman #Yevhen Bokhashvili