JOGJA - Kiper andalan PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi masuk dalam daftar provisional squad atau skuad sementara Tim Nasional Indonesia di bawah arahan pelatih baru, John Herdman.
Masuknya nama Cahya dalam daftar itu menjadi kabar membanggakan bagi Laskar Mataram. Sebab, kiper berusia 23 tahun itu kini mendapat kesempatan naik level dari langganan Timnas Indonesia U-23 menuju radar tim nasional senior.
Manajer PSIM Razzi Taruna menjelaskan, status Cahya saat ini masih berada dalam daftar skuad awal yang disusun oleh PSSI sebelum nantinya dipersempit menjadi daftar akhir pemain.
"Penting untuk dipahami status Cahya saat ini masuk dalam provisional squad. Ini skuad awal yang didaftarkan PSSI sebelum pemilihan skuad akhir. Kami apresiasi proses ini dan sangat bangga identitas PSIM bisa muncul di level nasional setelah sekian lama kita berjuang hingga kembali ke kasta tertinggi," ujar Razzi, Senin (9/3).
Menurutnya, pemanggilan ini sudah menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas individu Cahya di tengah persaingan ketat pemain sepak bola Indonesia. "Mewakili manajemen PSIM, saya merasa sangat bangga dengan pemanggilan Cahya ke dalam provisional squad Timnas Indonesia," ujarnya.
Razzi menambahkan, daftar sementara tersebut berisi sekitar 41 pemain yang nantinya akan dikerucutkan menjadi sekitar dua puluhan nama untuk skuad final.
"Meski ini daftar besar yang berisi 41 pemain dan nantinya akan dikerucutkan, bagi kami ini bentuk pengakuan luar biasa dari pelatih baru Timnas, John Herdman, untuk pemain kami Cahya Supriadi," tuturnya.
Keberadaan nama Cahya dalam radar pelatih Timnas juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi PSIM, yang musim ini kembali berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola nasional, setelah penantian panjang selama 18 tahun di liga 2.
Musim ini, Cahya Supriadi memang tampil cukup konsisten bersama PSIM Jogja di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Dari total 24 pertandingan yang sudah dijalani Laskar Mataram, ia tercatat tampil sebanyak 22 kali.
Dalam penampilannya tersebut, Cahya membukukan 8 clean sheet serta meraih empat kali penghargaan Man of The Match (MOTM). Catatan ini menjadikannya salah satu pilar penting di bawah mistar gawang PSIM sepanjang musim berjalan.
Pemanggilan ke provisional squad Timnas Indonesia senior pun menjadi bentuk eskalasi karier bagi Cahya, setelah sebelumnya cukup reguler memperkuat Timnas Indonesia U-23.
Razzi pun berharap Cahya mampu menjaga konsistensi performa dan mentalitasnya selama mengikuti rangkaian agenda internasional bersama tim nasional. Harapannya, Cahya bisa lebih konsisten, lebih lapar dalam mengejar target, selalu rendah hati, dan mau belajar.
"Semoga nanti Cahya betul-betul berkesempatan masuk ke skuad akhir dan bisa bermain untuk Timnas senior," harap Razzi. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun