JOGJA - Peran Fahreza Sudin di PSIM Jogja musim ini semakin tak tergantikan. Dari total 22 pertandingan yang telah dijalani Laskar Mataram di BRI Super League 2025/2026, ia sudah mencatatkan 20 penampilan. Statistik itu menegaskan konsistensinya sekaligus kepercayaan besar dari tim pelatih.
Tidak sekadar rutin bermain, Fahreza memegang peran penting dalam skema high press yang menjadi ciri permainan PSIM musim ini. Tekanan sejak lini depan menjadi instruksi utama dari Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel untuk meredam permainan lawan, sekaligus membuka peluang lewat transisi cepat.
Fahreza mengungkapkan, dirinya memang mendapat arahan khusus terkait tugas tersebut. "Instruksi khusus memang ada dari pelatih. Disuruh press ke atas, disuruh high press. Tapi tidak lupa fokus ke pertahanan juga," ujar Fahreza, Kamis (26/2).
Instruksi itu menunjukkan perannya bukan hanya membantu serangan, tetapi juga menjadi garis pertahanan awal ketika tim kehilangan bola. Skema ini menuntut disiplin, stamina, serta konsistensi membaca permainan.
Dengan catatan 20 penampilan dari 22 laga, Fahreza kini menjadi salah satu figur sentral dalam sistem permainan PSIM. Perannya sebagai motor tekanan di lini depan diperkirakan kembali krusial, terutama untuk memastikan skema high press berjalan efektif sejak menit pertama.
"Saya tergantung pelatih. Mau ditempatkan di posisi apa saja, saya siap berkontribusi," ulasnya.
Di sisi lain, Fahreza juga memastikan kesiapan tim menghadapi pertandingan yang akan datang. Termasuk dengan perubahan jadwal bermain di malam hari karena bulan Ramadan. "Kita latihan seperti biasa, dan tentu kita sudah siap untuk pertandingan," katanya.
Ia menambahkan, penyesuaian bermain malam hari selama bulan Ramadan, yakni pukul 20.30 bukan hal baru baginya. "Saya pernah main malam juga sebelumnya di saat puasa," ucapnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun