Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Freddy: Sanksi Ini Terlalu Berat

Administrator • Selasa, 1 Agustus 2017 | 14:25 WIB
Photo
Photo
SLEMAN - Dilarang oleh federasi un-tuk mendampingi di stadion, ribuan suporter PSS Sleman mengantar tim berangkat sampai perbatasan DIJ. Sejak pagi pukul 07.00, mereka sudah berkum-pul di sekitar Maguwoharjo International Stadium (MIS), yang juga mess pemain.

Dikawal mobil dari kepolisian, bus pemain dibuntuti Sleman Fans dengan sepeda motor. Tidak lupa giant flag yang biasa menjadi atribut di stadion juga ikut dikibarkan sepanjang perjalanan.

Direktur operasional PT PSS Ru-madi mengatakan, meskipun tengah disanksi, semangat tim tidak akan turun. Pihaknyabertekad memper-sembahkan kemenangan bagi su-porter. "Suporter tidak sampai ke stadion, tapi doa dan dukungan akan membakar semangat kami. Meskipun tidak ada di lapangan, hati tetap ber-sama kami," ujarnya kepada ribuan suporter melalui pengeras suara.

Capo BCS, Batak Jore menambahkan, kondisi yang ada saat ini menjadi mo-mentum untuk instropeksi semua pihak. Selanjutnya, walaupun suporter tidak bisa mengawal, dia meminta pemain tetap bermain dengan semangat dan total. "Suara kami akan selalu mengik-uti kalian semua. Anggap saja di belakang gawang selatan ada kami yang berte-riak lantang. Sehingga bisa mengambil poin di Pekalongan," imbuhnya.

Dalam lawatan kali ini, tim tetap membawa 18 pemain. Beberapa pe-main yang tidak dibawa di antaranya Jodi Kustiawan yang masih belum sembuh. Lalu Tony Yuliandri, Angga Setiawan, dan Chandra Lukmana. Mereka digantikan Arie Sandy, Mar-diono, dan Ardi Idrus.

Pelatih PSS Freddy Muli mengatakan, terkait sanksi yang diberikan kepada tim, sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi pemain. Sebab menurutnya, suporter sudah menyatu dengan tim. Jika mereka tidak ada di stadion, tentu ada yang kurang lengkap. "Secara psikis sedikit pengaruh, karena tim sudah jadi satu dengan suporter. Bagaimana menjadi spirit di lapangan. Motivasi mereka sangat membantu," ungkapnya.

Ia berharap manajemen bisa mengaju-kan banding agar suporter bisa dibole-hkan mendukung. Pihaknya juga me-minta Komdis lebih teliti dalam mem-berikan hukuman. Karena insiden yang terjadi di luar lapangan. "Kalau tidak ada sumber api tidak mungkin terbakar hutan. Kalau orang tidak salah kenapa melempar. Kami rasa terlalu berat dengan hukuman itu," tuturnya.

Meskipun di luar sana beredar isu ada upaya menjegal PSS untuk pro-mosi, namun pihaknya tidak ingin mencurigai siapapun. Ia hanya ingin fokus dengan permainan dan capaian timnya saat ini. "Saya tidak mencurigai siapa-siapa. Hanya hukuman ini tidak sebanding. Kan hak asasi orang kalau mau nonton sepak bola," terang man-tan pelatih Persik Kediri dan Persebaya Surabaya tersebut. (riz/din/ong) Editor : Administrator
#PSS Sleman