Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Padel dan Ice Skating Diterima Jadi Cabor Anggota KONI DIJ, untuk Bowling Ditolak

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 17 Februari 2026 | 19:30 WIB

 

Padel.
Padel.

JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY secara resmi telah menambah kekuatan organisasinya dengan menerima dua cabang olahraga baru sebagai anggota. Dalam Rakerda KONI DIJ di Sahid Raya Hotel beberapa waktu lalu, padel dan ice skating diterima secara sah oleh seluruh anggota lama untuk bergabung.

​Wakil Ketua Umum II KONI DIY Nolik Maryono mengatakan, keputusan menerima dua cabor itu diambil setelah melalui proses verifikasi yang matang. Seluruh anggota lama KONI DIY juga telah menyetujuinya.

"Salah satu hasil rakerda kemarin, kita resmi menerima dua anggota baru yaitu padel melalui organisasi Perkumpulan Padel Indonesia (PBPI) dan ice skating melalui Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) DIY,"  jelasnya, Selasa (17/2).

​Menurut Nolik, kedua cabor itu telah memenuhi persyaratan administratif organisasi dan pensyaratan faktual untuk menjadi bagian dari keluarga besar KONI DIY. Padel yang merupakan olahraga raket gabungan antara tenis dan squash, serta ice skating, diharapkan dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi prestasi bagi DIY di kancah nasional maupun internasional.

Dengan bergabungnya padel dan ice skating, saat ini jumlah anggota cabang olahraga di bawah KONI DIY menjadi total 73 organisasi. Terdiri atas 62 organisasi pengda cabor, enam bidang olahraga fungsional, dan lima KONI kabupaten/kota.

"Ice skating dan padel ini jadi anggota yang ke-72 dan 73. Kami berharap pengda kedua cabor ini segera tancap gas untuk melakukan pembinaan atlet secara terstruktur," tuturnya.

Tak hanya itu, bagi Nolik, masuknya kedua cabor ini juga menjadi bagian dari upaya KONI DIY untuk terus melakukan regenerasi dan diversifikasi jenis olahraga yang berpotensi meraih medali. Pascapenetapan di rakerda, kedua cabang itu kini memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan anggota lain, termasuk dalam hal koordinasi program kerja dan pembinaan prestasi di bawah arahan KONI DIY.

Sementara itu, jika padel dan ice skating resmi diterima menjadi anggota KONI DIY, tidak demikian halnya dengan bowling yang juga sudah mengajukan diri untuk menjadi anggota. Bahkan sudah menjalani verifikasi administrasi dan faktual.

Ketidakhadiran perwakilan pengurus Pengda Persatuan Bowling Indonesia (PBI) dalam rakerda beberapa waktu lalu, menjadi alasan utama tidak diterimanya bowling menjadi anggota KONI DIY.

Ketidakhadiran perwakilan pengurus dalam rakerda ini sangat disayangkan oleh Nolik dan ini menjadi preseden buruk bagi sebuah organisasi yang akan menjadi anggota baru KONI DIY.

Pasalnya, undangan untuk menghadiri rakerda sudah disampaikan dan di rakerda itu bowling direncanakan akan memberikan pemaparan kepada anggota lama terkait olahraga mereka dan kiprah mereka selama ini.

Padahal, lanjut Nolik, sejatinya saat melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual di lapangan terkait keberadaan organisasi ini, KONI DIY sudah menemukan beberapa hal yang dinilai sedikit janggal.

"Saat kami menyambangi pengkab/pengkot maupun pengda-nya, di kepengurusan tingkat kabupaten/kota kami masih ragu apakah kepengurusannya benar-benar itu pengurus. Kami berharap di hari-H (rakerda) itu, bowling bisa membawa perwakilannya di tingkat kabupaten/kota minimal ketua umum atau sekumnya untuk memperkenalkan diri. Tapi ternyata di hari-H justru tidak ada satu pun yang datang," ungkapnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#squash #Nolik Maryono #tenis #Perkumpulan Padel Indonesia #padel #KONI DIY