Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Panpel Jual 1.000 Lembar Tiket Lama

Editor News • Rabu, 19 Oktober 2016 | 21:01 WIB
Penonton mengunggah tiket lama yang mereka dapat saat menyaksikan PSS Sleman melawan Persita Tangerang di  Maguwoharjo International Stadium (MIS), Minggu (16/10).(ISTIMEWA)
Penonton mengunggah tiket lama yang mereka dapat saat menyaksikan PSS Sleman melawan Persita Tangerang di  Maguwoharjo International Stadium (MIS), Minggu (16/10).(ISTIMEWA)
SLEMAN - Pertandingan PSS Sleman melawan Persita di Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS), Minggu (16/10) saat itu sudah berjalan 10 menit. Namun masih banyak penonton yang berada di luar stadion dan tidak bisa masuk. Sebab, ternyata tiket yang disediakan sudah habis. Terpaksa panitia pelaksana (panpel) menjual tiket lama sebanyak 1.000 lembar sebagai antisipasi terjadinya kericuhan di luar stadion.

Sebelumnya beredar postingan di media sosial bahwa penonton membludak di luar stadion saat pertandingan sudah berlangsung. Beberapa penonton juga mengunggah potongan tiket lama saat PSS melawan PSBI Blitar dan Persija Jakarta. Saat ditanyakan ke Panpel PSS, mereka membenarkan jika memang menjual tiket lama kepada penonton.

Ketua Panpel PSS Ediyanto mengatakan, keputusan itu terpaksa dilakukan karena 20 ribu tiket yang disiapkan panpel dan manajemen ludes terjual, sementara penonton di luar stadion memaksa masuk. Pintu bawah pun sempat dibuka paksa ratusan fans, sebelum akhirnya mampu dinetralkan kembali oleh pihak keamanan.

"Karena situasi di luar stadion yang mulai tidak kondusif memaksa kami melakukan hal itu. Banyak yang mau menjebol pintu bawah. Melihat itu kami langsung koordinasi dengan manajemen dan menjual tiket lama ke mereka yang ingin masuk," katanya kepada Radar Jogja kemarin (18/10).

Sebanyak 1.000 tiket tersebut langsung ludes dibeli penonton yang sebagian besar dari tribun utara. Menurut Edi, setelah semua penonton masuk, kekhawatiran terjadi kericuhan tidak terjadi.

"Setelah itu memang tidak ada kericuhan dan situasi di luar bisa dikendalikan. Kami melihat dibobolnya pintu waktu kemarin itu bisa berakibat fatal, makanya langsung koordinasi dengan manajemen," tambahnya.

Mengenai hasil dari penjualan tiket tersebut, menurut Edi, akan digunakan sebagai biaya tambahan operasional tim ke depan. Termasuk menggelar laga uji coba melawan salah satu tim lokal sebelum memulai leg kedua Grup B babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B.

Ia belum mendapat instruksi dari manajemen tentang laga uji coba, namun panpel sudah diminta tim pelatih menyiapkan pertandingan mulai pekan ini. "Kemarin coach Seto minta pertandingan lawan tim lokal. Sementara manajemen belum memberikan instruksi apa-apa," bebernya. (riz/laz/ong)

  Editor : Editor News
#PSS #tiket