Tema tersebut cocok dengan semangat kejuaraan yang sebelumnya hanya digelar secara virtual akibat pandemi. Kejuaraan ini, dilaksanakan secara offline di GOR Cangkring.
"Tahun ini offline, dan antusiasnya membeludak," ucap Suharyanto, Minggu (8/2/2026).
Suharyanto mengungkapkan, antusias peserta filuar prediksinya. Lantaran, sejak awal panitia menargetkan peserta sejumlah 350 atlet pelajar.
Namun, menjelang penutupan pendaftaran justru muncul banyak pendaftar. Total peserta mencapai 630 pelajar, terdiri dari 364 putri dan 266 putra. Peserta terbagi dalam kategori umur, pertandingan, dan tingkatan sabuk.
Kejuaraan tingkat pelajar ini, sebenarnya difokuskan tak hanya memperoleh medali. Justru kejuaraan menjadi ajang, mematangkan potensi atlet.
Lantaran, latihan biasa hanya mengenalkan teknik. Sedangkan pertandingan nyata, memberikan pengalaman dan mental.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan.
Kejuaraan tingkat pelajar mayoritas diisi anak dengan jenjang SD hingga SMP. Baginya, anak yang telah mau menginjakkan diri ke matras pertandingan layak diacungi jempol.
"Setiap anak yang berani melangkah ke dalam matras sudah menjadi juara," ungkapnya.
Agung mengungkapkan, kejuaraan menjadi ajang untuk anak-anak mengembangkan diri. Melalui kejuaraan, pemkab dapat melihat potensi anak Bumi Binangun.
Sehingga, terjaring bibit unggul yang selanjutnya digembleng dalam pelatihan intensif. Strategi ini, juga digunakan untuk investasi atlet pada Porda ataupun Popda. (gas)