ATLET MASA DEPAN: Gibran berfoto bersama dengan Coach Prabawa SPd.Kor di sela pertandingan dalam Kejuaraan Nasional Jakarta Championship 5 (JKT C5) belum lama ini. Foto kanan, Pesilat putri terbaik Aimee berfoto bersama dengan Coach Aswintadi SE.
Saking Lincahnya, Dijuluki si Macan Pohon
Kesuksesan tim Tapak Suci Budi Mulia Dua Jogjakarta di Jakarta Championship 5 (JKT C5) beberapa hari yang lalu, tidak lepas dari kehadiran atlet-atlet muda berbakat yang menjadi andalannya. Dari sekian atlet Tapak Suci milik BMD, ada tiga atlet yang baru saja menorehkan prestasi lebih. Siapa ketiganya?
JOKO SUHENDRO, Sleman
ADALAH Muhammad Rafie Mahendra (Rafie), Gibran Pranantya Hutama (Gibran), dan Aimee Tampu Francienne (Aimee). Ketiganya merupakan "Macan Silat" yang masih belia. Diawali dari Rafie, atlet kelahiran Kota Gudeg, 21 Januari 2006 itu, sekarang sedang duduk di kelas empat SD BMD Pandeansari.
Menurut Manajer Tim Kontingen Tapak Suci Budi Mulia Dua Jogjakarta Dwi Yogo Mardiyanto, SPd, Rafie belajar silat sejak kelas satu. "Bakatnya pada silat mulai tampak ketika naik kelas dua," tuturnya, kemarin.
Rafie, lanjutnya, bersungguh-sungguh dalam menyerap teknik yang diajarkan pelatih. Itu yang membuat teknik Rafie cepat berkembang dan mendapatkan kepercayaan pelatih untuk mulai bertanding di awal kelas tiganya.
"Memang, pertandingan pertamanya di Kejurda Tapak Suci Sleman belum menghasilkan medali, tetapi bermula dari situlah semangat juangnya berkobar," ujarnya.
Pertandingan keduanya di JKT C3 menghasilkan perunggu. Rafie kecil tidak puas sampai di situ. Enam bulan berlalu, Rafie menempa diri dalam latihan harian yang keras seolah tidak mengenal lelah. Ketika JKT C4 kembali digelar, Rafie tidak menyia-nyiakan kesempatan. Atlet berbakat itu kembali ikut berkompetisi dan berhasil menundukkan semua lawannya.
"Ciri khas serangannya yang cepat dengan power besar mengantarkannya pada emas pertama," ujarnya.
Tidak sampai di situ, Rafie bahkan kembali turun pada JKT C5 yang baru saja selesai digelar 16-17 April 2016 lalu. Lagi-lagi Rafie berhasil menyabet emas. Sebelum maju ke JKT C5, Rafie juga peraih Budi Mulia Dua Award bidang Tapak Suci di sekolahnya.
Macan silat kedua adalah Gibran. Dia dikenal gesit dan lincah, seperti macan pohon. Pesilat belia yang juga kelahiran Jogjakarta, 31 Mei 2005 ini memiliki kelebihan yang khas. "Kelincahan dalam menghindar diikuti kemampuan menyerang balik yang cepat menjadi cirinya," tuturnya.
Gibran tidak pernah menolak lawan sparing-partner yang disodorkan oleh pelatih saat latihan. Betapa pun lawan yang dihadapi jauh lebih besar darinya, Gibran pantang mundur. Bahkan bisa dipastikan Gibran akan selalu berhasil menguasai permainan. "Kemampuan teknik bela dirinya benar-benar di atas rata-rata," kata Dwi.
Gibran belajar Silat Tapak Suci di SD Budi Mulia Dua Seturan sejak kelas satu. Pembawaannya yang tenang dan sedikit pemalu membuat orang tidak menyangka kalau Gibran memiliki kemampuan bela diri yang tangguh. Gibran adalah salah satu pemegang penghargaan BMD Award Budi Mulia Dua bidang Tapak Suci 2015. Diselenggarakannya JKT C5 beberapa hari yang lalu juga tidak disia-siakan Gibran. Si macan pohon itu dengan lincahnya berlaga dan berhasil mengungguli semua lawannya dengan selisih skor yang tinggi. Satu serangan di balas tiga serangan, dua serangan lawan dibalas empat serangan. Gibran berhasil menyabet medali emas dengan gemilang.
Pesilat andalan yang ketiga adalah Aimee. Remaja putri kelahiran Jakarta, 24 Agustus 2002 ini sekarang sedang duduk di kelas 8 SMP Budi Mulia Dua Panjen. Aimee tergolong singkat belajar Silat Tapak Suci. Hanya setahun setelah berlatih intensif di sekolahnya, Aimee langsung mengikuti kompetisi JKT C3 dan berhasil menyabet emas pertamanya.
"Jangkauan serangan kakinya acapkali membuat lawannya menerima serangan bertubi-tubi," pujinya.
Pada POPDA Sleman Maret 2015 lalu, Aimee berhasil menyabet medali emas, sehingga lanjut maju ke tingkat DIJ. Di tingkat DIJ, Aimee harus mengakui keunggulan lawannya di partai final. Namun, Aimee telah menyiapkan terobosan lainnya dengan mengikuti Kejurnas Silat JKTC 5. Semangat Aimee tidak sia-sia, di JKTC5 Aimee berhasil mengungguli semua lawannya dengan gemilang dan menyabet emas untuk ketiga kali. Bahkan pada JKT C5 ini, Aimee dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri I Nasional.
Prestasi ketiga atlet tersebut sungguh membanggakan. "Semoga Tapak Suci Budi Mulia Dua semakin berjaya, mengharumkan almamater, daerah, maupun bangsa dan negara," pungkasnya. (**/jko/ila) Editor : Administrator