Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Disarankan Daftarkan Stadion Handayani

Administrator • Rabu, 17 Desember 2014 | 12:30 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA FILE
TANPA PENONTON: PSIM Jogja dipastikan tidak akan mendapatkan pemasukan dari tiket penonton jika menggunakan Stadion Sasana Krida di Kompleks Akademi Angkatan Udara (AAU). Seperti saat melakoni laga menjamu Persinga Ngawi (23/8) lalu.

Jarot: Belum Ada Rencana Gunakan Gunungkidul Sebagai Homebase


JOGJA - Kesulitan stadion kandang se-perti yang terjadi pada dua laga terakhir babak penyisihan Divisi Utama 2014 kon-tra PSS Sleman dan Persinga Ngawi mem-buat PSIM Jogja wajib melakukan langkah antisipatif. Salah satunya ialah segera mencari stadion alternatif bila mereka tidak dapat menggunakan Stadion Man-dala Krida pada Divisi Utama 2015.
Proses renovasi tribun timur salah satu stadion tua di DIJ ini memang akan selesai pada Desember ini. Terganggu cuaca buruk, renovasi tribun timur me-mang dipastikan molor dari jadwal se-mula 22 Desember. Tetapi dalam rapat yang dilakukan Pemprov DIJ dan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO), diharap-kan tribun timur Stadion Mandala Krida selesai 29 Desember tahun ini.Nah, jika kick off Divisi Utama 2015 di-helat sesuai jadwal, 19 Februari 2015 men-datang, maka PSIM sudah bisa mengguna-kan Mandala Krida sebagai stadion. Namun masalahnya, bisa jadi pada April 2015 nanti renovasi Mandala Krida yang meliputi pembangunan tribun utara dan selatan sudah dilakukan."Bisa jadi jika anggarannya su-dah cair. Kalau di awal tahun sudah ada dana bisa jadi Fe-bruari sudah lelang pemborong dan April sudah dilakukan pembangunan," tandasnya.
Meskipun lapangan belum di-rehab, adanya pertandingan bertaraf na-sional selama proses renovasi pasti akan menghambat pembangunan. Sekalipun laga digelar tanpa penonton, suporter PSIM pasti tetap nekat datang ke Mandala Krida. "Meskipun mungkin tingkat gangguan-nya tak besar, tetap saja adanya suporter saat proses pembangunan dilakukan akan menghambat juga. Apalagi jika benar ke-lanjutan renovasi dilakukan April berarti keadaan seperti itu berlangsung berulang-ulang tak hanya satu laga," jelasnya.
Celakanya, PSIM nampaknya akan kesu-litan menggunakan dua stadion megah lain di DIJ yakni Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul dan Maguwoharjo Interna-tional Stadium (MIS), Sleman. Terutama di Sleman, karena akhir-akhir ini suporter tim tuan rumah PSS Sleman tidak memiliki hubungan baik dengan suporter Laskar Mataram. Adapun untuk Stadion Sas-ana Krida, Akademi Angkatan Udara (AAU), panpel PSIM dipastikan tekor karena tidak bisa menghelat laga dengan penonton. Kelompok suporter PSIM tertua Braja-musti pun menyarankan agar manajemen menjajaki Stadion Gelora Handayani, Gunungkidul sebagai kandang di DIvisi Utama 2015.
Presiden Brajamusti, Eko Satriyo Pring-godani mengatakan Gelora Handayani memanng sangat cocok menjadi kandang PSIM. Apalagi, Gunungkidul termasuk wilayah yang menjadi kantong suporter PSIM terbesar.Saat ini Stadion Gelora Handayani me-mang belum masuk dalam stadion yang terverifikasi PT Liga Indonesia (PT LI). Tapi manajemen PSIM bisa mendaftar-kannya sebelum berlangsungnya veri-fikasi stadion dari PT LI. "Kalau belum diverifikasi kan bisa didaf-tarkan dulu. Saya rasa Gelora Handayani memang paling cocok karena Gunung-kidul adalah salah satu wilayah yang jadi kantong suporter PSIM," tandasnya.
Terkait kondisi lapangan dan tribun, Stadion Gelora Handayani sejatinya sangat layak untuk menghelat Divisi Utama. Jika dibandingkan dengan Sta-dion Anjuk Ladang, Nganjuk atau Sta-dion Ketonggo, Ngawi, Stadion Gelora Handayani tidak kalah.Namun sayang manajemen PSIM belum menjajaki kemungkinan mengungsi ke Gunungkidul. Direktur Operasional PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Jarot Sri Kastawa mengatakan, stadion alternatif mungkin baru ditentukan setelah evalu-asi manajemen dan tim. "Nah evaluasinya saja belum tahu," tuturnya. (nes/din/ong) Editor : Administrator