JOGJA - Sebanyak 946 atlet pelajar dari berbagai penjuru tanah air ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Atletik Pelajar Piala Ratu Hemas 2025.
Kejuaraan ini berlangsung di Lintasan Atletik Mandala Krida, Jogja, Sabtu (20/12/2025).
Ketua Umum Pengda Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY Bambang Dewanjaya menjelaskan, memasuki edisi ketiga, kejuaraan ini sukses menyedot animo luar biasa.
Baca Juga: Pantai hingga Jalur Mudik Dijaga Ketat, Basarnas Yogyakarta Turunkan 91 Personel Amankan Nataru
Gelaran tahun ini mengalami peningkatan signifikan dari sisi jumlah peserta.
Tak hanya didominasi atlet asal Pulau Jawa seperti dari Bandung, Cirebon, Semarang, hingga Surabaya, namun jangkauan peserta kini merambah ke luar Jawa.
"Tahun ini banyak juga dari Sumsel, Sumatera Barat, hingga Kaltim," tuturnya di sela Kejuaraan.
Secara rinci, Bambang mengatakan jika penyumbang peserta terbanyak Kejuaraan kali ini dari jenjang SD dengan jumlah 482 atlet.
Disusul tingkat SMP sebanyak 234 atlet dan SMA 175 atlet.
Menariknya, pada edisi kali ini ada nomor baru khusus untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) yang diikuti 55 pelari cilik.
"Untuk kelompok TK, kami lombakan lari sprint 50 meter dan 200 meter. Total ada 30 medali emas individu dan enam nomor estafet yang diperebutkan," jelasnya.
Bambang menilai kejuaraan kali ini menjadi momentum yang sangat pas, karena bertepatan dengan libur semester sekolah.
Sehingga, selain datang untuk mengejar medali, tapi para atlet yang datang di Jogja juga bisa berwisata bersama keluarga.
"Sebelum pulang ke daerah masing-masing, mereka bisa jalan-jalan dulu di Jogja," tambahnya.
Tak hanya itu, Bambang juga menilai jika kejuaraan kali ini lebih dari sekadar perlombaan.
Sebab menurutnya, Piala Ratu Hemas 2025 ini diproyeksikan menjadi ladang pemantauan bakat (talent scouting).
Mengingat peserta diperbolehkan mendaftar secara mandiri melalui sekolah.
Sehingga harapannya PASI DIY dari seluruh pengurus kabupaten/kota maupun klub dapat jeli melihat potensi-potensi baru melalui kejuaraan kali ini.
"Harapan kami, atlet-atlet terutama dari DIY bisa terakomodir. Jika ada yang menonjol, segera hubungi dan bina untuk dipersiapkan menuju Popda, Porda, hingga level PON nanti," tegasnya. (ayu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita