SLEMAN - Sebanyak 30 tenaga olahraga disabilitas DIY mengikuti kegiatan Pelatihan Kualifikasi Tenaga Keolahragaan yang diselenggarakan oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY.
Kegiatan di Hotel Tara Jogja selama tiga hari (21-23/11) ini diharapkan menambah kompetensi untuk para tenaga keolahragaan di Jogjakarta.
Sekretaris Umum NPCI DIY Sudartatik menjelaskan, pelatihan ini merupakan upaya strategis NPCI untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Khususnya tenaga keolahragaan yang berperan langsung dalam proses pembinaan atlet disabilitas.
Sebab, menurutnya, dunia olahraga prestasi, termasuk olahraga disabilitas saat ini terus berkembang. Mulai dari metode latihan, pendekatan biomekanik, prinsip klasifikasi, hingga evaluasi performa atlet.
Maka dari itu, pelatihan ini dilakukan guna meningkatkan pengetahuan ilmiah serta kompetensi profesional yang semakin tinggi.
Karena peningkatan kapasitas pelatih, classifier, dan tenaga pendukung menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
"Kolaborasi antara sumber keilmuan dan pengalaman lapangan ini akan menjadi bekal berharga dalam memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di DIY," katanya saat pembukaan Jumat (21/11).
Sudartatik juga berpesan kepada seluruh peserta agar pelatihan ini tidak hanya menjadi ruang untuk menambah ilmu.
Tetapi juga bisa menjadi kesempatan untuk membangun jejaring, berdiskusi, dan merefleksikan kembali praktik pembinaan yang selama ini dilakukan.
Sehingga bekal pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembinaan di daerah masing-masing. "Kami ingin kualitas layanan dan pendampingan bagi para atlet disabilitas dapat semakin meningkat," tegasnya.
Di sisi lain, perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Topan Faisal Rizal mengaku pihaknya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan NPCI DIY ini.
Sebab, menurutnya, pelatihan ini penting, apalagi salah satu alasan dari para pelatih saat Peparnas pernah mengeluhkan soal klasifikasi.
"Harapan kami para peserta benar-benar mendapatkan ilmu dengan baik. Supaya ada masukan juga kepada NPC kabupaten/kota agar mereka mengetahui kualifikasi itu," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun