JOGJA - Nasib klub sepak bola Bantul United kini sedang berada di ujung tanduk. Sebab, Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) DIY telah melayangkan peringatan keras kepada Bantul United karena klub ini dinilai tidak aktif dalam kegiatan kompetisi resmi selama dua musim berturut-turut.
Ketua Umum Asprov PSSI DIY Dessy Arfianto mengatakan, jika tidak segera melakukan pembenahan dan menunjukkan komitmen untuk kembali berkompetisi, klub dari Bumi Projotamansari itu bakal terancam dicoret dari keanggotaan Asprov PSSI DIY.
Bukan tanpa alasan Dessy mengatakan hal itu. Sebab, Bantul United tercatat telah absen dari seluruh kompetisi resmi yang digelar, baik di tingkat provinsi maupun nasional, selama musim 2024 dan 2025. Dua musim tanpa partisipasi itu secara langsung melanggar statuta dan ketentuan keanggotaan PSSI yang mewajibkan klub anggota untuk aktif dalam kompetisi.
"Kami akan memberikan warning untuk Bantul United, karena sudah dua musim, dua tahun ini, 2024-2025 tidak aktif kompetisi apa pun," ujarnya, Minggu (9/11).
Meski Bantul United terancam dicoret dari keanggotaan Asprov PSSI DIY, tapi Dessy mengaku tetap akan memberikan kesempatan terakhir bagi manajemen Bantul United untuk melakukan perbaikan dan restrukturisasi internal. "Monggo nanti dari Bantul United-nya mungkin di kongres tahun depan akan bagaimana," tegasnya.
Tak hanya itu, Dessy juga berharap kasus Bantul United ini bisa menjadi pelajaran bagi klub anggota lainnya. Mengingat dalam kongres biasa yang berlangsung Sabtu (8/11) lalu, sebanyak delapan klub baru ingin bergabung menjadi anggota Asprov PSSI DIJ.
Delapan klub itu adalah Kampungqu Food and Football Academy (KAFI), Tanah Krapyak FC, PORS Segoroyoso, Unisi FC, Pakem Soccer Club, Marsudi Agawe Santoso (MAS), Sleman Muda FC, dan Merapi Putra. "Delapan klub itu baru pengajuan. Nanti tergantung anggota ini mau bagaimana," lontar Dessy. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun