JOGJA - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY terus berkomitmen dalam memajukan olahraga disabilitas, khususnya bagi atlet tunanetra. Hal itu diwujudkan melalui serangkaian program pembinaan yang terus konsisten dilakukan.
Sekretaris NPCI DIY Sudartatik menjelaskan, salah satu upaya dalam memajukan olahraga disabilitas, khususnya bagi atlet tunanetra itu adalah dengan telah terselenggaranya turnamen goalball tunanetra DIY tahun 2025 yang berlangsung di hari, Sabtu (1/11) lalu. Sebab menurutnya turnamen itu tidak hanya menjadi kalender rutin daerah, tetapi juga momentum istimewa yang menandai perluasan jangkauan kompetisi.
Baca Juga: Program Speling Efektif untuk Skrining Penderita Tuberkulosis di Jawa Tengah
"Turnamen goalball tahun ini tidak hanya diikuti oleh para atlet lokal DIY. Namun juga kehadiran sahabat-sahabat dari beberapa daerah lain di Indonesia," katanya, Rabu (5/11).
Menurut Sudartik, nuansa kompetisi yang dihadirkan dalam turnamen itu dibalut erat dengan semangat persahabatan, kebersamaan, dan saling berbagi pengalaman. Sehingga, keikutsertaan kontingen luar daerah secara signifikan meningkatkan level dan kualitas turnamen, sekaligus memperkuat tujuan mulia di baliknya.
Selain itu, melalui turnamen tersebut, NPCI DIY juga berharap supaya para atlet dapat mengasah kemampuan, memperkuat mental bertanding, dan membangun semangat sportivitas. Sebab bagi Sudartatik turnamen goalball tunanetra DIY tahun 2025 ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar daerah, menumbuhkan rasa saling menghargai, serta memperkuat jaringan pembinaan olahraga disabilitas di Indonesia.
"Goalball, olahraga beregu yang dirancang khusus untuk atlet tunanetra, mengajarkan esensi nilai-nilai yang krusial bagi kehidupan dan olahraga," tandas Sudartatik. (ayu)
Editor : Sevtia Eka Novarita