JOGJA- Pelari jarak jauh putra andalan DIY Nurshodiq menorehkan prestasi lumayan bagus di ajang 19th Asian Marathon Championships di Hong Kong, China, pekan lalu.
Atlet yang bakal tampil di PON XXI Aceh-Sumatera Utara ini finis urutan ke-22 dari ribuan pelari. Mereka menempuh jarak 42 kilometer.
Nurshodiq mencatatkan waktu 2 jam, 28 menit, 31 detik.
Bahkan, khusus untuk peserta dari Asia Tenggara, catatan waktu pelari asli Bantul tersebut menempati peringkat kedua.
Nurshodiq tertinggal 10 menit di belakang pelari asal Vietnam Hoang Nguyen Thanh. Dia finis dalam waktu 2 jam, 18 menit dan 42 detik.
Sedangkan untuk di level Asia, Nurshodiq terpaut sekitar 14 menit dari pelari India Man Singh. Dia mencatatkan waktu 2 jam, 14 menit, dan 19 detik.
Catatan waktu yang diraih Nurshodiq merupakan rekor tebaik pribadinya. Sebab, saat tampil di ajang MayBank Marathon yang menjadi ajang babak kualifikasi (BK) PON lalu, catatan waktunya adalah 2 jam, 30 menit, 23 detik.
"Ya, senang bisa mencapai personal best di ajang internasional dengan persiapan yang kurang lebih hanya satu bulan," ujar Nurshodiq Selasa (30/1).
Nurshodiq juga mengaku, capaian di Hongkong itu menambah kepercayaan dirinya untuk tampil di PON XXI 2024 mendatang.
Sebab, baginya, catatan waktunya saat ini membuatnya optimistis bisa meraih medali emas di PON mendatang.
"Untuk sementara, saya optimistis. Tapi, untuk nomor maraton, itu banyak faktor yang mempengaruhi. Jadi tidak ada yang tahu ke depannya. Yang penting, saya berusaha latihan selama 7 bulan ini untuk menuju PON," katanya.
Terlebih, Nurshodiq mengaku diberi target dari Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik seluruh Indonesia (PASI) untuk memperbaiki catatan waktu terbaiknya.
"Kemarin dari PB PASI, targetnya cuma memperbaiki waktu terbaik saya. Dan, alhamdulillah itu bisa saya raih," tegasnya.
Sementara itu, pelatih atletik DIY Ivan Budiaji mengatakan, hasil yang diraih Nurshodiq di Hongkong memang cukup bagus.
Sebab, pelari andalan DIY itu bisa menempati peringkat ke-12 Asia, peringkat ke-2 Asia Tenggara, dan peringkat ke-22 secara keseluruhan.
"Yang jelas, hasil ini sudah bagus dan kami bersyukur alhamdulilah. Meskipun belum bisa memberikan podium untuk Indonesia, tapi pengalaman ini sangat berharga untuk saya sebagai pelatih dan bagi Nurshodiq," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad