RADAR JOGJA –  Ze Valente resmi diperkenalkan sebagai rekrutan asing pertama PSS Sleman pada Selasa (14/6) lalu. Sepekan bergabung, pemain berposisi gelandang serang itu sudah ikut latihan dan mulai beradaptasi dengan tim barunya.

Pemain asal Portugal itu menjalani latihan perdana sejak Minggu (19/6) di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Mlati, Sleman. Ze mengaku enjoy berlatih bersama skuad Super Elang Jawa -julukan PSS. “Latihan berjalan bagus. Jauh lebih intens dibandingkan dengan latihan pertama,” ujar Ze.

Bagi Ze, soal adaptasi tidak begitu menjadi kendala. Apalagi, rekan tim menyambutnya dengan hangat. “Ada banyak pemain hebat di tim ini yang membantu saya. Sebaliknya, saya berharap bisa membantu mereka (pemain) juga dari permainan saya,” tambah pemain kelahiran 14 Mei 1994 itu.

Mantan pemain FC Penafiel itu berjanji akan bekerja ekstra keras untuk mengembalikan fisik ke kondisi terbaik. Sebab, saat datang ke Sleman Ze hampir tanpa persiapan fisik sama sekali. Itu karena kompetisi di Portugal baru berakhir pada pertengahan Mei. “Dari diri saya berharap dapat membantu rekan satu tim meraih kemenangan dalam kondisi seperti ini. Tetapi semua hal tersebut harus dilakukan dengan efektif dan fokus,” katanya.

Jika kembali dalam kondisi fit, Ze yakin bisa memberikan yang terbaik untuk Super Elja. Saat ini, ada dua hal yang menjadi fokus pemain bernama lengkap Jose Pedro Magalhaes Valente itu. Selain mengembalikan kebugaran fisik, juga mulai berdaptasi dengan gaya permainan pelatih Seto Nurdiyantara.

Ze pun berharap chemisty dengan rekan tim dapat segera terbentuk. Dia sudah tidak sabar melakoni debut bersama Super Elja. Pemain 28 tahun itu mengatakan antusias menghadapi Liga 1 2022/2023. Adaptasi dengan rekan tim memang tak menjadi permasalahan besar bagi Ze. Tetapi ada tantangan lain yang ia rasakan. Ternyata dia sedikit mengeluhkan kemacetan lalu lintas di jalan. Maklum, ini merupakan kali pertama dia berkarir di Tanah Air. “Kondisi lalu lintas Indonesia (Sleman) sangat berbeda dengan di Portugal. Di sini banyak sepeda motor dan lampu lalu lintas,” paparnya.

Ze membandingkan kondisi lalu lintas di Portugal. Di sana, untuk melakukan perjalanan sejauh dua kilometer hanya membutuhkan waktu dua menit. Sedangkan di Sleman butuh waktu lebih lama lagi. “Di Sleman butuh waktu 15 menit. Tapi, menurut saya hal itu adalah masalah kebiasaan saja,” ucap pemain bernomor punggung 10 itu. (ard/din)

Jogja Sport