RADAR JOGJA – National Paralympic Committe (NPC) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) berharap sembilan paralimpian yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) bisa meraih medali di ASEAN Para Games (APG) XI 2022 mendatang. Mereka adalah Yulianto dari cabor para bola basket, Gayuh Satriyo (para catur), Kevin, Nurdin (para tenis kursi roda), Heni (lawn-bowls), Andi Santoso (goolball), Dwi Hajiyanto, Sunarto (para tenis meja), Qonitah, Arya Sadewa (para badminton), Danu Kuswantoro (para atletik), dan Tuwariyah (para panahan).

Biro Pembinaan dan Prestasi NPC DIJ Rumpis Agus Sudarko mengatakan, dengan jumlah paralimpian yang masuk di Pelatnas menunjukkan bahwa program pembinaan di DIJ berjalan dengan baik. Karena itu pihaknya sangat berharap atlet Kota Gudeg dapat menyumbangkan medali dalam APG yang akan berlangsung 23-30 Juli di Solo, Jawa Tengah itu. “Semoga mereka bisa memberikan yang terbaik di ajang APG nanti,” pesannya kemarin (18/5).

Rumpis menjelaskan dari sembilan paralimpian tersebut, Tuwariyah menjadi yang terakhir masuk dalam Pelatnas. Ya, paralimpian para panahan ini berhak masuk dalam program Pelatnas usai merampungkan seleksi nasional (Seleknas) beberapa waktu lalu.

Dalam Seleknas tersebut, sebetulnya ada dua paralimpian yang ambil bagian. Selain Tuwariyah adapula Sri Wijayanti. Tuwariyah turun di divisi compound sedangkan Sri Wijayanti di divisi recurve.

Namun, dari hasil seleksi tersebut, hanya Tuwariyah saja yang berhasil lolos ke Pelatnas. Dia mengalahkan paralimpian asal Kalimatan Selatan, Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah. “Saat seleksi kami sempat ikut melihat langsung dan memberikan semangat kepada dua atlet DIJ tersebut,” kata Rumpis.

“Tuwariyah berhasil menjadi yang terbaik di divisi compound,” tambah Rumpis.

Yang pasti, dengan sisa persiapan yang ada Rumpis ingin semua paralimpian asal DIJ bisa berlatih secara maksimal. Mengikuti program yang telah disiapkan oleh para pelatih dengan baik. Dengan begitu, target yang diharapkan bisa terwujud. (ard/din)

Jogja Sport