RADAR JOGJA – Kembalinya Seto Nurdiyantara ke PSS Sleman membikin pendukung setia PSS, Slemania dan BCS bahagia. Tak terkecuali Mukhamad Riza Khanafi, Sleman fans asal Wonosobo, Jawa Tengah. Dia pun melakukan nazarnya. Apa yang dia lakukan?

ANA R. DEWI, Sleman, Radar Jogja

Ya, comeback Seto menjadi pelatih PSS disambut penuh suka cita oleh Mukhamad Riza Khanafi. Nah, sebagai wujud rasa syukur, Riza melakukan nazar berjalan kaki dari Wonosobo menuju Sleman. Pria 18 tahun itu menempuh jarak hampir 100 kilometer.

Aksi jalan kaki dimulai Rabu (11/5) pagi pukul 04.00. Lantas, tiba di Omah PSS -kantor manajemen PSS- Sariharjo, Ngaglik, Sleman, pada sore harinya pukul 17.30. Riza menginjakkan kaki di Sleman ditemani dua rekannya, yakni Wisnu Setyo Aji dan Muhammad Lutfi Chakim. “Teman saya ada yang mengawal ketika saya sudah sampai di daerah Salam, Magelang,” ujar Riza saat dihubungi Jawa Pos Radar Jogja kemarin (15/5).

Sepanjang perjalanan, banyak pengalaman yang didapat Riza. Tidak jarang Sleman fans yang mengetahui aksinya menghampiri untuk memberikan semangat.

“Kami diminta untuk istirahat ketika sampai Tempel, Sleman dan mendapat hidangan minum serta makan. Dalam perjalanan beberapa kali ada yang meneriakkan kata ‘Ale’. Terima kasih buat sambutan dan dukungan dari Sleman fans beserta warga Sleman,” katanya.

Sesampainya di Omah PSS, Riza disambut langsung oleh Seto, perwakilan manajemen, dan beberapa pemain seperti Dave Mustaine, Try Hamdani, serta Dimas Fani Firmansyah. “Alhamdulillah dapat tanda tangan dari pemain dan Coach Seto di jersey putih PSS,” ucapnya. Yang pasti, Riza mengaku sangat senang dan lega akhirnya bisa memenuhi nazarnya.

Lebih lanjut, Riza menjelaskan bahwa aksi nekat tersebut sudah direncanakan sejak beberapa bulan belakangan. Tepatnya ketika pelatih asal Kalasan itu dikabarkan balik kucing ke Bumi Sembada. “Ya, saat itu saya niat saja dari dalam hati yang begitu tulus untuk menjalankan nazar. Dari rumah ke Omah PSS ketika Coach Seto kembali melatih PSS,” terangnya.

Di luar itu, ternyata pria kelahiran Wonosobo, 26 September 2003 memang begitu mengidolakan pelatih berlisensi AFC Pro itu. Bagi Riza, Seto adalah nyawa bagi tim sekaligus pendukung setia PSS. “Kami percaya bahwa Coach Seto adalah pemimpin yang sangat tempat bagi PSS,” katanya. “Coach Seto punya sifat istimewa bagi kalangan suporter PSS, dari segi sosial dia sangat baik dan ramah sekali,” tambah dia.

Dengan kembalinya Seto, Riza berharap performa tim berjuluk Super Elang Jawa itu perlahan kembali membaik. Dia ingin Super Elja mampu menorehkan prestasi di kompetisi Liga 1 musim 2022/2023. “Syukur-syukur bisa tembus ke tingkat Asia, main di AFC. Dan, untuk prmain bermainlah dengan hati karena kami mencintaimu tulus dari hati,” pesan pria yang mulai mendukung PSS sejak 2016 itu. (din)

Jogja Sport