RADAR JOGJA – Kompetisi Liga 2 musim 2022/2023 diprediksi akan berjalan lebih ketat. Itu menyusul hadirnya tiga klub dari Liga 1, yakni Persipura Jayapura, Persela Lamongan dan Persiraja Banda Aceh. Seperti diketahui, ketiga tim ini harus rela turun kasta karena menempati posisi tiga terbawah klasemen akhir BRI Liga 1 2021/2022.

Kondisi itu disadari betul oleh Chief Executive Officer (CEO) PSIM Bima Sinung Widagdo. Dia mengatakan, adanya pendatang baru di Liga 2 menjadi warning bagi Laskar Mataram -julukan PSIM. Terutama kehadiran Persipura dan Persela. “Persipura adalah salah satu tim terbaik di Indonesia bukan hanya di Liga 2 nanti. Sudah pasti target mereka akan segera kembali ke Liga 1,” ujar Bima kepada Jawa Pos Radar Jogja baru-baru ini.

Bima berujar, tanpa mengecilkan dua tim lainnya, Persipura memang layak untuk diwaspadai. Terlebih tim berjuluk Mutiara Hitam itu tercatat sebagai tim paling sukses dengan torehan empat gelar Liga Indonesia. Dan, menjadi salah satu tim yang belum pernah terdegradasi sejak 1994.

“Persipura punya kualitas. Mereka enggak kekurangan bakat walaupun ada beberapa pemain yang lepas tapi pasti pemain muda atau baru dari Papua enggak akan kekurangan. Dan, biasanya pemain terbaik Papua ya ngincernya main di Persipura,” ucap mantan CEO Sulut United itu.

Dengan target promosi, lanjut Bima, perjuangan PSIM di Liga 2 musim depan bakal sangat sulit. Bahkan, lebih berat ketimbang musim lalu. “Musim 2021 dari awal sudah kelihatan mana yang kira-kira paling kuat dari finansial. Kalau musim ini lebih merata karena tim-tim lain yang punya sejarah panjang seperti PSMS juga mulai bergerak,” kata bapak dua anak itu.

“Kalau saya melihatnya ya berat sih cuma musim depan target kami tetap promosi ke Liga 1,” tambah dia.

Bima Sinung menilai, dengan adanya ketiga tim itu, bukan berarti tim lain tidak bagus. Justru menurut pria asal Jakarta itu persaingan kompetisi musim depan akan lebih merata. Ini tidak lepas dari munculnya tim-tim promosi dari Liga 3, seperti Persikab Bandung, PDSD Deli Serdang, Deltras Sidoarjo, Putra Delta Sidoarjo, Persipa Pati, Karo United, Mataram Utama FC, dan Gresik United.

Kendati demikian, hal tersebut tidak menggeser target tim kesayangan Brajamusti dan The Maident itu di musim depan. Bima Sinung ingin timnya punya rasa optimistis dan keyakinan tinggi untuk meraih prestasi. Sehingga apa yang diimpikan selama ini bisa terwujud: promosi ke Liga 1.

Lantas, adakah strategi khusus untuk mengantisipasi beratnya persaingan musim depan? “Enggak ada lain sih kalau saya lihat untuk antisipasi persaingan ya nomor satu itu persiapan,” tandasnya.

Persiapan yang dia maksud yaitu mencakup segala hal. Mulai dari rekrutmen pelatih, pemain, sampai persiapan latihan menjelang kompetisi. “Persiapan baik hal yang paling bisa kami lakukan dalam kontrol kami untuk menghadapi persaingan yang ketat,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan pelatih PSIM Imran Nahumarury. Pelatih asal Tulehu, Maluku itu menyebut Liga 2 merupakan salah satu kompetisi yang cukup berat. Karena itu di musim perdananya bersama Laskar Mataram, dia berjanji bakal memperbaiki segala kekurangan, utamanya mentalitas pemain. (ard/din)

Jogja Sport