RADAR JOGJA – Para penggiat olahraga di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) didorong untuk terus mengembangkan dan memajukan industri olahraga di daerah. Ini mengingat potensi besar yang dimiliki DIJ mulai dari fasilitas olahraga, transportasi, kuliner hingga destinasi wisata yang beragam. Hal itu disampaikan Sekretaris Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI Marheni Dyah Kusumawati dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Industri Olahraga di salah satu hotel di Jogjakarta Senin (18/4).

Marheni mengatakan, dengan potensi yang dimiliki DIJ itu seharusnya dapat dibarengi dengan pengelolaan di bidang olahraga yang baik. Namun, kenyataannya berbeda. Hal itu pun cukup disayangkan olehnya. “Sebetulnya peluangnya sangat besar dengan potensi yang bisa dipadukan dengan wisata dan budaya berolahraga. Seperti keliling bersepeda di jalur-jalur Kaliurang yang memang spot untuk itu,” ujarnya.

Kondisi itu, pihaknya pun lantas menggelar kegiatan tersebut dengan melibatkan para penggiat olahraga di Kota Gudeg. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi para peserta. Utamanya terkait pendanaan kegiatan olahraga masing-masing agar tidak bergantung pada pembiayaan dari pemerintah daerah setempat.

Perempuan yang juga sebagai Pelaksana Tugas (PlT) Asisten Deputi Industri Promosi Olahraga Kemenpora RI itu menilai bahwa dengan pengelolaan manajemen yang baik, maka olahraga prestasi di DIJ juga akan mengikuti. Terlebih dengan adanya perkembangan teknologi dan era serba digital saat ini.

Hal ini sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan beserta turunannya Peraturan Presiden RI Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Bahwa industri olahraga punya satu bagian penting untuk memajukan prestasi olahraga nasional. “Sebenarnya pelatihan ini sudah pernah dilakukan, hanya tidak terfokus. Saat ini kami kembangkan, tidak hanya produk barang dan alat tapi juga bisa menjadi jasa event dan olahraga wisata di dalam lingkup cabor masing-masing dengan produk unggulan yang bisa dijual seperti produk olahraga wisata,” jelas Marheni.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Inventarisasi dan Manajemen Industri Olahraga Kemenpora RI Beben Guniandi memaparkan, bahwa kegiatan pelatihan diikuti sekitar 100 orang pelaku industri olahraga di DIJ. Meliputi UMKM peralatan olahraga, jasa olahraga, olahraga sport tourism, pengelola fasilitas olahraga komersial, event olahraga, bidang olahraga, klub olahraga, organisasi olahraga, olahraga yang berbasis digital dan masyarakat olahraga, serta aparatur pemerintah bidang olahraga.

Kegiatan pelatihan digelar selama lima hari, pada 18-22 April 2022. Dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya pakar olahraga dan pelatihan, sekaligus Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto, Direktur Sistem Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN) Konny Sagala, Strategic Partner Citra Samudra Konsultan, Certified Master Trainer dan Assesor BNSP Purwanto Edi, Ketua FKP Pusat Bidang Olahraga Mikail Rakhimi, dan Direktur Pusat Studi dan Pengembangan UMKM Madani Wilyadi. Serta pelaku industri olahraga Icuk Sugiarto. (ard/din)

Jogja Sport