RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mulai bersiap menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Salah satu langkah awal, mereka mulai menggelar program pemusatan latihan daerah (Puslatda) Pra-PON.

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan, puslatda digelar dalam beberapa tahapan. Tahap 1 dimulai pada April hingga Juni mendatang. Kemudian, dilanjut pada Juli sampai Desember nanti.

“Puslatda Pra-PON tahap 1 ini sebagai persiapan menuju ke PON 2024. Saya selalu menekankan bahwa persiapan PON 2024 itu dimulai dari hari ini atau sekarang, bukan besok atau lusa,” ujar Djoko Pekik seusai peluncuran puslatda tahap 1 di Kantor KONI DIJ Sabtu (16/4).

Total dari 18 cabang olahraga (cabor), ada 51 atlet dan 21 pelatih yang berpartisipasi di Puslatda Pra-PON tahap 1. Djoko Pekik berharap, dengan adanya launching Puslatda para atlet dan pelatih dapat mulai berlatih demi meraih prestasi di multievent empat tahunan itu.

“Tentunya dikawal Pengda masing-masing bersama KONI DIJ. Jadi sudah betul-betul mulai running menuju ke tahap awal yaitu babak kualifikasi PON 2023 dan kami akan mengikuti PON 2024 Aceh-Sumut,” katanya.

Lebih lanjut, Guru Besar FIK UNY itu menjelaskan beberapa kriteria atlet yang masuk dalam Puslatda tahap 1. Tahap ini diikuti para atlet yang berhasil membawa pulang medali di PON XX Papua 2021. Baik emas, perak maupun perunggu.

“Kedua atlet yang pada tahun 2024 masih bisa membela DIJ di PON karena beberapa cabor kan menyaratkan pembatasan usia,” tambah dia. Lantas, ketiga atlet dipastikan tidak akan pindah ke daerah lain.

Sementara pada Puslatda tahap kedua, akan ada kriteria tambahan yang harus dipenuhi peserta. Yang pasti, Djoko berharap pada Puslatda Pra-PON tahap kedua akan lebih banyak lagi cabor, atlet maupun pelatih yang ambil bagian. “Semoga lebih banyak misal para atlet tidak di PON tapi memiliki prestasi nasional. Misalnya dipanggil dan memperkuat Indonesia di SEA Games atau Asian Games, dipastikan bisa bergabung pada Puslatda Pra-PON tahap selanjutnya,” paparnya.

Nah, untuk mengantisipasi atlet pindah ke daerah lain KONI DIJ meminta semua pihak, termasuk Pengda cabor sama-sama mengawal atlet agar tetap nyaman berlatih di Kota Gudeg. Dia tidak ingin ada atlet DIJ yang hengkang lagi ke daerah lain. “Kalaupun indikasi nanti ada mutasi, tentu akan ada upaya-upaya maksimal dilakukan pengurus daerah (Pengda) bersama kami tentunya soal pekerjaan sekolah atau yang lain,” tegasnya.

Pernyataan itu menyusul kasus atlet jalan cepat yakni Bayu Prasetyo yang beberapa waktu lalu mengutarakan keinginannya hengkang ke daerah lain. “Soal atletik sudah kami tangani. Tapi ada juga yang datang dari biliar dan sudah kami carikan solusi pekerjaan. Kami punya mitra yang banyak ada dari Pemprov DIJ, Pengda, Pengkot, dan sebagainya. Ini sebagai peluang untuk kita carikan pekerjaan mereka,” jelasnya.

Yang jelas, KONI DIJ berpesan kepada Pengda cabor untuk mengawal betul para atletnya. Sehingga kalau terjadi dinamika antara atlet dan pelatih bisa segera dicarikan solusi. (ard/din)

Jogja Sport