RADAR JOGJA – Pertemuan antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), KONI Gunungkidul dengan Sekda Pemkab Gunungkidul Drajad Ruswandono disyukuri oleh atlet jalan cepat DIJ, Bayu Prasetyo. Dia sangat senang akhirnya mendapat kejelasan jaminan masa depan dari pemerintah setempat.

Atlet 24 tahun itu berterimakasih kepada KONI DIJ yang telah menjembatani keinginannya untuk mendapatkan pekerjaan. Sebab, bagi Bayu jaminan pekerjaan untuk seorang atlet berprestasi di daerah jauh lebih dibutuhkan ketimbang bonus. “Ya, saya sudah bertemu Pak Sekda bersama KONI DIJ dan akan diusahakan mendapatkan pekerjaan di Gunungkidul,” ujar Bayu kemarin (12/4).

Bayu menerangkan, harapan mendapatkan pekerjaan di Gunungkidul jadi hal utama untuk memberi kenyamanan. Sekaligus menjaga fokus atlet saat berlatih. Dia sadar jika berkarir sebagai atlet itu ada batasnya. Sehingga, ketika pensiun jaminan masa depan seperti pekerjaan sangat lah penting.

“Misal bonus uang kalau pengelolaannya enggak bagus, ya akan habis. Sedangkan pekerjaan bisa menjadi jaminan masa depan,” kata Bayu. “Saat jadi atlet fokus kami adalah berlatih mengejar prestasi. Sehingga akan sulit membagi waktu untuk mencari pengalaman bekerja,” tambah dia.

Di luar itu, diberikannya pekerjaan bagi atlet berprestasi juga bisa menjadi pemacu semangat. Juga daya tarik tersendiri bagi bibit-bibit atlet untuk meraih prestasi. “Kalau dari prestasi atlet bisa mendapat pekerjaan, pasti atlet-atlet muda menjadi lebih bersemangat berlatih mengejar prestasi,” ucap Bayu.

Saat ini, Bayu tetap fokus berlatih meski nomor jalan cepat tidak dipertandingkan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI DIJ 2022. Peraih medali perak PON XX Papua 2021 itu pun mengalihkan fokus untuk menghadapi event lainnya, seperti Kejurnas pada Agustus 2022 dan Pra PON 2023 mendatang.

Bayu juga tidak mempermasalahkan hilangnya nomor jalan cepat di gelaran Porda edisi kali ini. Sebab yang terpenting bagi dia adalah jaminan pekerjaan. “Untuk jenis pekerjaan sebetulnya saya tidak menuntut. Saya berharap bisa mengakomodasi status saya sebagai atlet, jadi bisa berlatih sambil bekerja,” pungkas atlet asal Logandeng Playen, Gunungkidul itu. (ard/din)

Jogja Sport