RADAR JOGJA – Masa depan atlet jalan cepat Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Bayu Prasetyo akhirnya mulai menemui kejelasan. Itu menyusul pertemuan yang digelar bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gunungkidul Drajad Ruswandono baru-baru ini. Hal itu disampaikan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto.

Djoko Pekik mengatakan, hasil pertemuan dengan Sekda membawa angin segar bagi kedua pihak. Sebab, peraih medali perak Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 itu bakal segera diusahakan untuk mendapatkan pekerjaan.

Bukan hanya itu, Pemkab Gunungkidul juga akan menyiapkan program jaminan masa depan bagi atlet-atlet berprestasi asal Bumi Handayani. “Tidak hanya Bayu, ke depan atlet-atlet lain yang berprestasi di Gunungkidul juga akan diberikan pekerjaan,” ujar Djoko yang mendampingi Bayu dalam pertemuan tersebut.

Dari pertemuan itu, Bayu diminta untuk segera melengkapi dokumen pengajuan lamaran pekerjaan. Termasuk melampirkan piagam dan medali yang diraih atlet 24 tahun itu di ajang-ajang nasional. “Kalau untuk tempat pekerjaan masih disesuaikan. Tapi tentunya tempatnya yang memungkinkan Bayu tetap bisa berlatih secara intensif,” jelasnya.

Guru Besar FIK UNY itu menerangkan, saat ini Bayu masih fokus berlatih di program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pra PON tahap I. Latihan sebagai persiapan menuju kualifikasi Pra PON 2023. “Bayu nanti bisa bekerja dan berlatih Puslatda Pra PON di Gunungkidul. Sambil menyelesaikan S2 di FIK UNY,” katanya.

Yang pasti, KONI DIJ berterimakasih kepada seluruh jajaran Pemkab Gunungkidul, sekda, dan bupati Gunungkidul yang memberikan kesempatan Bayu untuk bekerja di lingkungan Pemkab Gunungkidul. Djoko berharap kebijakan tersebut nantinya dapat diterapkan di kabupaten/kota lainnya. Sehingga para atlet berprestasi bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

Di sisi lain, untuk membuka peluang kerja bagi atlet dan pelatih berprestasi, Djoko Pekik sendiri tengah menjalin kemitraan intensif dengan Pemprov DIJ dan BUMD. Sementara KONI DIJ juga terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Tujuannya untuk menjaga kenyamanan para atlet berlatih intensif melalui bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga (KPO).

Adapun pertemuan tersebut tidak lepas dari keinginan Bayu untuk hengkang ke daerah lain. Kepindahan Bayu ini ditengarai lantaran tak adanya kejelasan dan apresiasi terhadap atlet berprestasi dari pemerintah setempat. (ard/din)

Jogja Sport