RADAR JOGJA – Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI DIJ 2022 akan digelar pada 1-9 September mendatang. Kabupaten Sleman bertindak sebagai tuan rumah. Ajang ini bakal mempertandingkan 44 cabor dan 484 nomor pertandingan. Dengan total 494 medali emas yang diperebutkan.

Ketua Panitia Porda dari KONI DIJ Pramana mengatakan, jumlah nomor dan medali emas yang diperebutkan memang berbeda. Sebab, ada satu cabor yaitu senam yang di tiga nomornya memperebutkan 13 medali emas. Antara lain nomor artistik putra empat medali emas, artistik putri (4), ritmik (5) dan aerobik (3).

Lebih lanjut, Pramana menuturkan jumlah nomor yang akan dipertandingkan jauh lebih sedikit dari jumlah nomor yang diusulkan masing-masing pengurus daerah (Pengda) cabor. Dari 655 nomor menjadi 484 nomor pertandingan saja. Sejumlah nomor gagal ambil bagian karena tidak lolos entry by number (EBN).

“Yang tidak bisa ditandingkan atau dilombakan di Porda kali ini ada 171 nomor. Nomor-nomor tersebut gugur karena tidak bisa memenuhi persyaratan minimal yang diatur di peraturan umum,” kata Pramana.

Meski demikian, sebetulnya jumlah nomor yang dipertandingkan meningkat ketimbang Porda sebelumnya yakni 455 nomor. Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto menyebut hal ini tidak lepas dari upaya pengurus cabor dalam meningkatkan pembinaan di daerah.

“Ujung-ujungnya Porda ini adalah bagaimana evaluasi proses pembinaan. Misalnya ada 1-2 yang kita lihat cabor atau nomor ini tidak jadi bertanding karena pesertanya kurang, itu jadi bagian dari evaluasi,” paparnya. “Kami harap Pengda juga mengevaluasi kenapa yang ikut cuma dua, tidak lebih. Ternyata pembinaan di nomor ini tidak berjalan dengan baik,” tambah Djoko Pekik.

Di sisi lain, tak dipungkiri gagalnya sejumlah cabor yang dipertandingkan di Porda menjadi polemik dalam beberapa hari belakangan ini. Soal itu, Pramana menjelaskan bahwa aturan jumlah atlet yang dipertandingkan pada Porda DIJ tercantum pada pasal 7 peraturan umum Porda DIJ.

Dalam poin tiga dijelaskan; cabor perorangan dapat dipertandingkan atau diperlombakan dalam Porda DIJ apabila diikuti sekurang-kurangnya empat atlet yang berasal dari tiga peserta (KONI kabupaten/kota). “Tapi kalau aturan tersebut kembali dipersoalkan KONI DIJ membuka peluang untuk berdiskusi dengan semua pihak untuk membahasnya bersama,” sambung Pramana.

Adapun setelah EBN, tahapan selanjutnya yang akan dilakukan KONI DIJ yaitu entry by name. Kemudian verifikasi atlet dan pengesahan daftar atlet yang bisa ikut di mutievent dua tahunan itu. (ard/din)

Jogja Sport