RADAR JOGJA – Ramadan jadi salah satu tantangan para atlet saat menjalani latihan. Selain berpuasa, mereka dituntut untuk tetap menjalankan profesinya. Namun, bagi atlet jalan cepat andalan DIJ Bayu Prasetyo, ibadah puasa tidak menjadi penghalang.

Bayu ternyata punya tips tersendiri saat datangnya Ramadan. Menurutnya, untuk tetap energik di bulan puasa atlet harus benar-benar tahu kondisi serta waktu yang pas untuk berlatih.

“Berhubung saya lebih cocok latihan di pagi hari, maka saya mempersiapkan asupan makan sahur lebih awal dan berkualitas,” ujar Bayu kepada Radar Jogja kemarin (1/4)

Bayu mengatakan, asupan menu sahur yang berkualitas dapat menghindari sembelit. Latihan di pagi hari juga dinilai lebih ideal ketimbang sore hari.

“Jadi semua harus dipersiapkan sesuai kebutuhan. Sehingga meski puasa tidak membuat kendala yang berarti saat berlatih. Haus pasti ada, tapi masih terbantu dengan suhu di pagi hari yang sejuk,” katanya.

Pola latihan saat Ramadan juga sedikit berbeda ketimbang hari biasa. Saat puasa, volume latihan cenderung diturunkan. Dari sebelumnya dua kali, pagi dan sore. Lantas, dikurangi menjadi sesi pagi saja.

Alasannya? “Karena di sesi pagi asupan tenaga masih cukup. Cuaca masih sejuk karena itu bisa optimal untuk menjalankan program latihan di pagi hari,” beber atlet kelahiran 3 Januari 1998 itu. Kemudian, di sesi sore dimanfaatkan untuk istirahat atau conditioning sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Sementara untuk intensitas latihan, lanjutnya, harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Secara kuantitas tentu akan berkurang dibanding hari biasa. Tapi, menurut dia, yang terpenting adalah menjaga kualitas latihan.

“Menjaga kondisi bukan meningkatkan performa. Dengan pertimbangan asupan cairan dan tenaga harus dalam batas aman hingga datangnya waktu buka puasa, agar tidak merusak organ dalam tubuh,” jelas atlet 24 tahun itu.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah menjaga asupan makanan. Seperti menghindari makanan berlemak seperti goreng-gorengan, makanan pedas, dan bersantan. Sebab ketiga pantangan tersebut dapat menyebabkan panas dalam tubuh.

Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan kalori harian, Bayu memperbanyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran tinggi serat, protein. Selain itu juga tetap memerhatikan jumlah asupan cairan agar tidak dehidrasi. (ard/laz)

Jogja Sport