RADAR JOGJA – PSS Sleman tidak akan tampil dengan komposisi terbaik saat menghadapi Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, sore nanti (2/2). PSS kehilangan sejumlah pilar karena terkena akumulasi kartu kuning dan cedera. Ditambah tiga pemain lainnya terpapar Covid-19.

Para pemain yang dipastikan absen adalah Bagus Prasetiyo, Bagus Nirwanto, Asyraq Gufron, Juninho dan Dave Mustaine (akumulasi kartu kuning). Sedangkan Aaron Evans mengalami cedera betis.

Absennya sejumlah pemain jelas mengurangi kekuatan Super Elang Jawa -julukan PSS. Tetapi Pelatih PSS I Putu Gede (IPG) tidak terlalu ambil pusing. Dia ingin siapa pun yang diturunkan dapat tampil dengan fighting spirit tinggi.
“PSS sangat siap untuk lawan Persik Kediri. Semua sudah kami lakukan untuk laga besok (hari ini, Red),” ujar IPG saat konferensi pers virtual Selasa siang (1/2).

Di sisi lain, absennya sederet pemain pilar bisa menjadi kesempatan emas bagi pemain muda unjuk gigi. IPG pun mengisyaratkan bakal memberi kesempatan mereka menit bermain.

“Ini kesempatan buat pemain muda dengan kondisi kami seperti ini. Kami sudah siapkan juga. Saya pikir besok ajang untuk anak-anak muda, apalagi Timnas juga butuh untuk Piala AFF. Mudah mudahan anak-anak tampil baik dan lancar,” harap pelatih 48 tahun itu.

Mantan pelatih Persekat Tegal itu berujar, jelang melawan Macan Putih -julukan Persik- timnya memang dihadapkan dengan situasi sulit. Selain kekuatan tereduksi, PSS juga dituntut menang untuk mengakhiri rentetan hasil minor di BRI Liga 1 2021/2022.

Ya, Laskar Sembada -julukan lain PSS- harus bangkit untuk mendongkrak posisi di tabel klasemen sementara. Saat ini, tim kebanggaan wong Sleman itu menempati peringkat 11 dengan koleksi 25 poin. Sementara sang calon lawan membuntuti di posisi 14 dengan torehan 22 angka.

Meski Persik berada di bawah PSS, IPG mewanti-wanti anak asuhnya untuk tetap waspada. Apalagi, tim besutan Javier Roca itu tengah dinaungi tren positif usai menang 0-1 dari tim papan atas, Bhayangkara FC.

“Persik saat lawan Bhayangkara FC sangat bagus. Pressure juga bagus berbeda dengan yang pertama dulu ditampilkan. Di tengah ada Taufiq dan Faris sebagai penyeimbang. Ini sangat berpengaruh di Persik,” paparnya.

IPG juga memuji juru taktik asal Chili itu. Dia menilai Roca adalah pelatih bagus dan berkarakter. “Saya pernah bermain satu tim bersama Roca di Persebaya, sering berhadapan sebagai lawan juga. Saya pikir karakter dia sebagai pelatih akan dibawa juga ke Persik. Saya lihat pada laga lawan Bhayangkara FC itu, Roca banget,” katanya.

Hal senada disampaikan bek PSS Derry Rachman Noor. Pemain 27 tahun itu menegaskan timnya siap memberikan hasil maksimal di laga sore nanti. Dia juga tidak terlalu memikirkan kondisi tim lawan.

“Kalau saya enggak lihat kekuatan lawan. Kami hanya fokus untuk tim sendiri dan memperbaiki kekurangan di laga sebelumnya,” tandas pemain asal Bontang, Kalimantan Timur, itu.

Adapun Javier Roca bertekad melanjutkan tren positif menghadapi Super Elja. Terlebih di laga nanti Persik bisa menurunkan skuad terbaik. “Anak-anak semua dalam keadaan sehat, kecuali Samsul Arifin. Semoga kami bisa memulai lagi dengan tren positif dan bisa kasih perlawanan yang bagus. Dan kalau bisa ambil tiga poin,” ucap Roca. (ard/laz)

Jogja Sport