RADAR JOGJA – PSS Sleman harus mengakui keunggulan Arema FC dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/222. Klub berjuluk Super Elang Jawa itu dihajar dua gol tanpa balas di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, tadi malam (13/1). Dwi gol Arema FC dicetak Kushedya Hari Yudo menit ke-53 dan Dendi Santoso pada menit ke-56′.

Tanpa poin di laga kemarin membuat PSS gagal beranjak dari papan tengah klasemen sementara. Dari 19 laga yang dilakoni, anak-anak Sleman baru mengumpulkan 24 poin. Sementara hasil semalam mengantarkan Singo Edan -julukan Arema FC- ke puncak klasemen dengan koleksi 40 angka.

Pelatih PSS I Putu Gede Swi Santoso cukup kecewa dengan hasil yang didapat. Ia juga sangat menyayangkan dua gol mudah yang dicetak lawan di babak kedua. “Babak pertama kami cukup bagus apa yang saya mau dijalankan pemain, tapi babak kedua begitu mudah gol untuk Arema,” ujarnya usai laga.

Meski kalah, pelatih 48 tahun itu mengapresiasi kinerja anak asuhnya. Memang kekalahan dari Singo Edan terasa mengecewakan. Namun dia ingin timnya bangkit di laga berikutnya. Ia juga menolak anggapan bahwa di laga kemarin PSS mengincar hasil imbang.

“Sirkulasi bola nggak jalan. Coba kalau sirkulasi bolanya cepat, lebih terbuka untuk kami passing antar lini. Bukan masalah untuk seri, tujuan kami tidak seri, tapi ini lawan yang kami hadapi Arema yang jadi favorit juara dan punya mental bagus,” katanya.

Lebih lanjut Putu Gede berujar, kekalahan kemarin menjadi pembelajaran untuk anak asuhnya tampil lebih baik di laga selanjutnya. Ia ingin Bagus Nirwanto cs segera melupakan kekalahan dan memperbaiki segala kekurangan. “Laga ini jadi pengalaman untuk tim. Terutama saat terjadinya gol yang sangat berdekatan. Anak-anak seharusnya berbenah saat gol pertama, tapi gestur pemain hilang semua, seperti pertandingan selesai,” keluhnya.

Disinggung soal debut penyerang asal Brasil Wander Luiz, Putu Gede menyebut sang pemain bermain cukup bagus. Ia juga tidak meragukan kualitas Wander. “Wander secara keseluruhan cukup bagus. Tapi tidak ada suplai bola ke dia, ini jadi kendala. Wander juga beberapa kali bikin peluang,” paparnya.

Sementara itu, Wander Luiz mengaku senang dengan laga debutnya bersama Super Elja. Ia menilai sebetulnya timnya bermain cukup bagus. “Kami tidak bermain jelek, hanya kami bikin satu kesalahan di babak kedua. Setelah ini kami akan berlatih maksimal lagi untuk laga selanjutnya,” terangnya.

Pada laga kemarin PSS menurukan skuad terbaiknya. Di babak pertama, pertandingan berakhir dengan skor kacamata. Kedua tim sebetulnya tampil apik. Sama-sama bermain menekan dan saling jual beli serangan. Sayang, beberapa peluang yang tercipta gagal dikonversikan menjadi gol.

Di babak kedua Arema tampil lebih baik dan berhasil memborong dua gol sekaligus. Usai tertinggal, sejatinya Laskar Sembada terus berupaya mencari gol penyeimbang. Namun, sampai peluit akhir berbunyi, skor 0-2 tetap tidak berubah. (ard/laz)

Jogja Sport