RADAR JOGJA – I Putu Gede Swi Santoso memulai debutnya sebagai pelatih PSS Sleman dengan istimewa. Mengadapi Persiraja Banda Aceh, Putu Gede membawa timnya menang telak 4-1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali kemarin sore (7/1). Itu menjadi kemenangan terbesar PSS di kompetisi BRI Liga 1 musim 2021/2022.

Hasil ini tidak hanya membawa PSS naik ke peringkat 9 klasemen sementara dengan torehan 24 angka. Namun, Super Elja juga berhasil membalaskan dendam di putaran pertama lalu. Sementara kekalahan tersebut membikin Persiraja makin terbenam di dasar klasemen dengan raihan enam poin.

Pada laga kemarin, PSS menurunkan kombinasi materi pemain lama dan baru. Hasilnya, sangat positif. Super Elja bermain cukup tenang dengan mengandalkan bola-bola pendek. Anak-anak Sleman juga menyerang dan bertahan dengan sangat baik. Strategi dari pelatih asal Bali itu benar-benar berjalan maksimal.

Dua rekrutan anyar Riki Dwi Saputro dan Supriyadi Eeng tampil gemilang pada pertandingan pekan ke-18 itu. Riki berhasil membukukan satu gol pada menit ke-18 serta dua assist. Sedangkan Supriyadi mencetak gol menit ke-37.

Dua gol Super Elja lainnya dilesakkan oleh Irkham Zahrul Mila pada menit ke-21 dan Juninho (50′). Sementara gol balasan Laskar Rencong -julukan Persiraja- dicetak Bruno Dybal menit ke-68 lewat titik putih.

Putu Gede bersyukur atas hasil yang didapat. Pelatih 48 tahun itu juga mengapresiasi kinerja pemainnya di lapangan. Meski menang, Putu Gede melihat masih ada beberapa catatan yang harus diperbaiki. “Alhamdulillah tiga poin buat kami. Tapi secara keseluruhan masih belum maksimal dan masih banyak kekurangan tapi kami bersyukur bisa mengamankan tiga poin,” ujar Putu Gede usai pertandingan kemarin.

Mantan pelatih Persekat Tegal itu cukup senang dengan penampilan beberapa pemain baru. Bahkan, ia menyebut salah satu faktor kemenangan kemarin karena kehadiran sang amunisi anyar. “Tentu datangnya beberapa pemain baru bisa bantu PSS. Mereka bisa jalankan taktikal dan menjalankan gaya permainan saya,” katanya.

Kredit khusus juga diberikan Putu Gede kepada gelandang pinjaman dari Persija Jakarta Ramdani Lestaluhu. Meski baru dimainkan di penghujung babak kedua, Putu Gede mengaku pemain asal Tulehu itu tampil sesuai yang dia inginkan. “Kami butuh Ramdani, saya bisa lihat situasi dia di Persija tapi dia potensi dan bisa menjalankan taktikal saya dengan baik. Dia punya pengalaman dan sangat penting untuk Liga 1,” tandasnya.

Sementara itu, penyerang asing asal Brasil Wander Luiz urung dimainkan di laga kemarin. Wander harus absen lantaran saat masih berkostum Persib Bandung, dia terkena akumulasi kartu kuning. Karena itu, debut pemain 29 tahun itu harus tertunda.

Kemenangan juga disyukuri winger Supriyadi Eeng. Mantan pemain PSIM Jogja itu berujar, hasil yang didapat berkat kerja keras semua pemain. “Taktikal dari pelatih alhamdulillah bisa kami terapkan di lapangan dengan baik,” ungkapnya. (ard/bah)

Jogja Sport