RADAR JOGJA – PSIM Jogja gagal melaju ke final Liga 2 2021. Langkah klub berjuluk Laskar Mataram itu terhenti setelah ditundukkan RANS Cilegon FC pada babak semifinal. Mereka menyerah dengan skor telak 0-3 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, tadi malam (27/12).

Meski kalah, asa Laskar Mataram untuk promosi ke Liga 1 masih terbuka lebar. Dalam perebutan tempat ketiga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, 30 Desember 2021.

Laga semifinal kemarin berjalan sangat alot. Kedua kesebelasan sama-sama berjuang maksimal untuk mendapatkan tiket ke partai final. Tiga gol RANS dicetak oleh Bima Ragil pada menit ke-40 lewat titik putih, Alfin Tuasalamony (64′) dan Cristian Gonzales (79′). Dengan kemenangan ini, “klub sultan” milik Raffi Ahmad itu berhak melaju ke final Liga 2 sekaligus mengamankan tiket promosi ke Liga 1 tahun depan.

Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara mengatakan, laga ini memang cukup berat bagi timnya. Sebab, sejumlah pemain pilar harus absen karena cedera. Seperti Sugeng Efendi, Yudha Alkanza, Hapidin, hingga Ilham Irhaz. “Kami tidak bisa full team karena pemain cedera. Tentu kami ingin memenangkan pertandingan, apapun yang terjadi kami ingin menang, tapi ya itu lah hasilnya,” ujar Seto usai laga.

Meski tidak mendapat hasil yang diharapkan, Seto sangat mengapresiasi perjuangan Aditya Putra Dewa cs. Pelatih asal Kalasan, Sleman, itu juga ingin hasil kemarin segera dilupakan. Sebab, laga perebutan juara 3 sudah menanti. Asa untuk promosi ke Liga 1 pun masih terbuka lebar. “Mudah-mudahan pemain juga tidak kecewa terlalu lama. Kami harus siap dalam dua hari ke depan dan yang penting ada kemauan dari pemain. Kami akan berjuang,” katanya.

Di laga selanjutnya, tim pelatih bakal kembali melakukan rotasi. Sebab, kemungkinan besar pemain yang cedera kembali belum bisa diturunkan. Di sisi lain, Seto juga meminta maaf kepada suporter atas hasil tersebut. “Ya, kalau itu memang jalan Tuhan kami syukuri. Tetap dukung kami karena masih ada satu sisa pertandingan dan semoga dapat hasil terbaik nanti,” tambahnya.

Hal senada disampaikan striker PSIM Arbeta Rockyawan. Rocky memohon maaf kepada seluruh suporter karena belum bisa memberikan hasil yang diharapkan. “Yang pasti kami dari pemain tidak ingin kalah dan inginnya menang. Tetap dukung kami. Semoga nanti mendapat hasil yang diinginkan dan bisa promosi ke Liga 1,” harapnya.

Nobar, HB X Sebut Kalah Jam Terbang

Masyarakat DIJ, terutama di wilayah Kota Jogja kemarin petang menyaksikan pertandingan antara Rans Cilegon FC kontra PSIM Jogja. Gubernur DIJ Hamengku Buwono X turut menyaksikan laga itu.

HB X pun mengundang beberapa kalangan. Mulai perwakilan suporter, perwakilan legenda PSIM, juga stakeholder asosiasi olahraga yang ada di DIJ. Ada pula Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi.

Acara nonton bareng (nobar) itu dilangsungkan di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan Jogjakarta. HB X tanpak serius menyaksikan laga sampai selesai.

Selepas laga, HB X mengungkapkan legawa dengan kekalahan ini. Menurutnya, skuad asuhan Seto Nurdiyantara kurang dalam hal pengalaman. “Ya, sepak bola kalau nggak menang, draw ya masalah jam terbang saja,” ujarnya.

Peluang PSIM Jogja untuk lolos ke BRI Liga 1 masih terbuka. Mereka harus memenangkan laga perebutan juara ketiga. HB X pun tidak menutup kemungkinan menyaksikan laga itu. “Ya, nanti kita lihat situasi,” tandasnya.
Salah seorang perwakilan legenda PSIM Jogja Melius Mau turut datang dalam acara itu. Melius menyoroti striker Laskar Matatam yang menurut dia masih kurang tajam.

Selain itu, mantan penyerang PSIM di era 1970-an itu juga memuji kualitas skuad Rans Cilegon FC. Apalagi tim itu dilatih oleh pelatih tangan dingin Rahmad Darmawan. “Mereka memang punya pelatih berkelas,” jelas Melius. (ard/kur/laz)

Jogja Sport