RADAR JOGJA – Keinginan suporter PSS Sleman agar pelatih kepala PSS Dejan Antonic out akhirnya terealisasi. Minggu (19/12) manajemen PSS akhirnya resmi mengakhiri kontrak pelatih asal Serbia itu beserta asisten pelatih Mladen Dodic Doda. Keputusan tersebut disampaikan manajemen Super Elang Jawa -julukan PSS- dalam konferensi pers di Omah PSS, Minggu sore (19/12).

Direktur Utama PSS Andy Wardhana mengatakan, bukan hal mudah bagi manajemen mengambil keputusan tersebut. Tapi atas berbagai pertimbangan, baik baik dari sisi teknis, keuangan, maupun legal pihaknya pun mantap memberhentikan Dejan dan Doda dari kursi kepelatihan. “Kami ingin capaian hasil yang lebih baik dan optimal dan juga banyak kajian yang kami lakukan sebelum mengambil keputusan ini. Baik itu dari teknikal kami banyak lakukan review dan dari sisi keuangan juga kami lihat juga legal,” ujar Andy.

Lantas, berapa kompensasi yang harus dibayar manajemen Super Elja atas pemecatan tersebut? “Coach Dejan memang masih punya kontrak dengan kami. Tapi kalau untuk jumlah (kompensasi) tidak perlu saya sampaikan. Yang jelas dari pihak stakeholder dan manajemen tidak ingin merugikan pihak lain atas kesepakatan ini,” katanya.

Lebih lanjut, Andy berujar bahwa pihaknya sangat mengapresiasi Dejan dan Doda yang dianggap cukup bijak dalam menyikapi keputusan manajemen. Yang pasti, PSS berterimakasih atas kontribusi kedua pelatih selama menukangi PSS. Andy berharap mereka suskes di manapun berada dan akan tetap menganggap keduanya sebagai keluarga.

“Kalaupun ada hal yang belum optimal, mohon di maklumi saya yakin dari pihak Coach Dejan sangat ingin memberikan hasil maksimal tapi banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut,” katanya. “Ayo move on. Ayo kita bawa Super Elja terbang lebih tinggi,” tambah Andy.

Pria asal Jakarta itu juga berpesan kepada para pendukung PSS untuk melupakan segala problem yang terjadi. Termasuk meminta suporter untuk tidak lagi menghujat pelatih asal Serbia itu di media sosial.

Pergantian pelatih di tengah kompetisi diharapkan tidak merugikan tim. Karena itu, kata Andy, manajemen langsung gerak cepat mencari pengganti Dejan. “Sudah kami antisipasi dan mulai besok (hari ini, Red) akan ada pelatih baru yang melatih PSS. Langsung pelatih definitif, tidak caretaker,” paparnya.

Disinggung soal identitas sang pelatih anyar, Andy enggan membocorkan. Pria 50 tahun itu menuturkan, alasan manajemen mendatangkan sang pelatih karena beberapa pertimbangan. “Pelatih baru akan mampu bawa permainan PSS ke gaya permainan original. Suporter juga semua mengharapkan hal tersebut,” ucap Andy.

Yang kedua, pelatih baru dinilai punya komitmen untuk melakukan kaderisasi atau pengembangan terhadap pemain-pemain muda, termasuk akademi. Lalu, yang terakhir pelatih anyar memiliki komitmen cukup tinggi untuk memaksimalkan talenta asli Sleman.

Di sisi lain, beberapa hari belakangan ini sosok pelatih yang santer dirumorkan merapat ke Bumi Sembada adalah mantan pelatih Persekat Tegal I Putu Gede. “Saya sampaikan besok (hari ini, Red) saja. Dia punya lisensi A AFC. Saya berharap perubahan ini akan membawa angin segar bagi kami semua,” harapnya. “Saya berharap di akhir musim target kami tidak terlalu jauh. Kami berusaha semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Untuk mencapai target lebih baik di putaran kedua, Super Elja bakal mendatangkan banyak pemain. Jika sesuai rencana, dalam waktu dekat ini sang pemain akan diperkenalkan kepada publik Sleman.

Sementara itu, dihubungi terpisah Dejan hanya bisa pasrah. Mantan pelatih Madura United itu menyatakan bahwa dirinya memang sudah mencapai kesepakatan berpisah dengan Super Elja. “Sekarang kita harus lihat jalan yang lain kalau Tuhan sudah kasih jalan lain kita harus ikut. Saya sedih karena saya tidak ada kesempatan main di full stadion di hadapan BCS dan Slemania. Kita harus cari di mana yang lebih bagus,” ucap Dejan.

Meski berat, Dejan menyebut keputusan itu adalah yang terbaik. “Besok sore (hari ini, Red) saya mau ketemu sama anak-anak di lapangan. Saya hanya mau bilang terima kasih kepada mereka,” pungkasnya.

Dejan didatangkan PSS pada Februari 2020 silam. Hanya, selama ditangangi mantan pelatih Persib Bandung itu performa PSS jauh dari kata memuaskan. Bisa dibilang angin-anginan, termasuk di kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Saat ini Super Elja masih terdampar di posisi 11 klasemen sementara dengan torehan 21 poin.

Hasil tersebut didapat dari lima kali menang, enam hasil imbang, dan enam kekalahan. Prestasi terbaik Dejan bersama PSS adalah membawa Super Elja merebut posisi tiga Piala Menpora 2021. (ard/din)

Jogja Sport