RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) mendorong agar komunitas olahraga golf di Jogjakarta terus berkembang. Tak sekadar mewadahi hobi tapi juga ikut meramaikan kompetisi. Menurutnya ketersediaan atlet di Jogjakarta juga masih sangat minim.

Raja Keraton Ngayogyakarta ini menuturkan agar komunitas Golf konsisten. Dalam artian tetap eksis seiring waktu berjalan. Terus mengasah kemampuan bahkan terlibat dalam ajang kompetisi di tingkat nasional hingga internasional.

“Komunitas ini program yang bagus dari anak-anak sekarang, yang penting ada aktivitas. Kalau bisa antar provinsi juga ada dan coba bikin untuk prestasi,” jelasnya ditemui di Cah Golep Golf Tournament 2021 di Merapi Golf Cangkringan Sleman, Sabtu (4/12).

HB X mencontohkan ajang kompetisi di tingkat ASEAN bahkan Asia. Atlet-atlet Indonesia yang bertarung tidak terlalu menonjol. Disatu sisi, jumlah atlet muda tergolong banyak. Sayangnya turnamen masih didominasi atlet yang berasal dari Jepang dan Korea.

Itulah mengapa HB X mengajak agar Golf tidak sekadar menjadi hobi. Dengan pembinaan yang tepat, bakat bisa diasah menjadi prestasi. Sehingga mampu mengharumkan nama Indonesia khususnya Jogjakarta.

“Atlet bisa kita bangun, selama punya kemaunan untukl survive dan maju. Lalu berkeinginan berkompetisi di level internasional,” pesannya.

Disatu sisi Golf juga dapat menjadi aktivitas yang positif. HB X menilai keberadaan Komunitas Cah Golep dapat mewadahi hobi yang sama. Menyalurkan energi dengan olahraga golf. Kegiatan ini juga bisa menjadi salah satu alternatif aktivitas sehat ditengah Pandemi Covid-19.

“Olahraga ini bisa meningkatkan imunitas. Kalau 2 minggu di rumah terus kan kadang tidak tahan. Main golf yang penting bisa menjaga dirinya enggak berkerumun di tempat terbuka,” ujarnya.

Ketua Cah Golep Jogjakarta Reza Adi Perwira Putra menuturkan turnamen ini merupakan wujud kerjasama dengan Dinas Pariwisata DIJ. Konsep utama dengan mengusung tema Sport Tourism. Sehingga mampu mendatangkan wisatawan yang juga pecinta golf ke Jogjakarta.

Reza menjelaskan kegiatan ini tak hanya berbicara tentang turnamen. Lebih luas lagi, sport tourism juga ingin mengangkat sektor ekonomi kreatif. Terlebih pasca pandemi Covid-19, tak terhitung pelaku usaha ekonomi kreatif terdampak perekonomiannya.

“Kami ingin membawa golf sebagai pemancing wisatawan dari luar kota datang ke Jogjakarta dan dapat bermain golf. Harapannya sektor ekonomi kreatif akan tumbuh, karena saat berkunjung pasti menginap dan belanja,” katanya.

Konsep ini terbukti manjur dan tepat sasaran. Terbukti ajang ini diikuti oleh 70 peserta dari beberapa yang ada di Indonesia. Selain dari Jogjakarta, adapula dari Kalimantan, Makassar hingga Bali.

“Tahun depan rencana mengundang 10 provinsi tentunya dengan tetap mempromosikan wisata Jogjakarta melalui golf. Untuk sekarang, jumlah peserta ada 70 orang dari berbagai wilayah,” ujarnya. (dwi)

Jogja Sport