RADAR JOGJA – Dua paralimpian Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Elsa Dewi Saputri dan Dwiska Afrilia Maharani terpilih mewakili Indonesia di ajang Asian Youth Paragames. Keduanya akan turun di cabang olahraga (cabor) para angkat berat pada 27 November-8 Desember mendatang di Bahrain.

Rencananya, hari ini (26/11) Elsa dan Dwiska bertolak ke Bahrain. Mereka akan menjalani klasifikasi terlebih dulu sebelum berlaga pada awal Desember mendatang.

Di Asian Youth Paragames, Elsa akan turun di kelas 86+ kilogram (kg). Sementara Dwiska di kelas 73 kg. Ini sekaligus jadi ajang internasional perdana bagi kedua paralimpian tersebut.

Elsa bersyukur bisa mewakili Merah Putih di kancah internasional. Terlebih, dirinya baru menekuni olahraga selama setahun belakangan. “Tentunya senang. Untuk target pribadi saya tidak menarget apa-apa. Tapi saya dan Dwiska ingin berbuat yang terbaik dan berusaha agar bendera Indonesia berkibar di Bahrain,” ujarnya kemarin (25/11).

Sementara itu, asisten pelatih yang juga atlet angkat berat DIJ Untung Subagyo mengatakan, pihaknya tidak akan membebani kedua paralimpian di ajang tersebut. “Ini kan ajang internasional pertama mereka. Jadi nggak memasang target emas, perak, atau perunggu. Yang penting berlaga bisa membawa nama harum Gunungkidul, DIJ, dan Indonesia utamanya,” katanya.

Yang pasti, Untung berharap Elsa dan Dwiska bisa menorehkan catatan angkatan yang baik. Meski, diakui persiapan menuju Bahrain ini terbilang singkat. Sebab, mereka baru saja kembali dari ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021.

Pada Peparnas lalu, Elsa menorehkan prestasi  dengan meraih perak di kelasnya. Sedangkan Dwiska belum berhasil membawa pulang medali. Meski begitu, dia sukses mencatatkan angkatan yang cukup bagus di kelas 80 kg.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) DIJ Hariyanto menyampaikan selamat kepada kedua prlaralimpian tersebut. Bisa mewakili Indonesia di ajang internasional tentu menjadi suatu kebanggaan.

“Saya bersyukur karena ada regenerasi atlet DIJ dan Indonesia. Krena atlet-atlet disabilitas sangat sedikit dan bersyukur mereka berkesempatan menorehkan prestasi bagi Indonesia,” papar Hariyanto. (ard/din)

Jogja Sport