RADAR JOGJA – Konsistensi. Itu yang ditunjukkan PSIM Jogja selama putaran kedua Grup C Liga 2 2021. Kemenangan demi kemenangan diraih tim berjuluk Laskar Mataram itu. Terbaru, mereka sukses membekuk PSG Pati dengan skor tipis 1-0 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (24/11). Hasil tersebut merupakan kemenangan ketiga beruntun alias hattrick yang diraih musim ini.

Pada putaran pertama lalu Laskar Mataram memang mendapatkan hasil kurang memuaskan. Mereka hanya meraup enam poin dari lima laga yang dijalani. Kalah dan menang sekali, sisanya berakhir dengan hasil imbang.

Namun, memasuki putaran kedua klub berlogo Tugu Pal Putih itu bangkit. Anak-anak Jogja tampil cukup gemilang. Dari empat laga di putaran kedua, PSIM mampu meraih tiga kemenangan dan sekali hasil imbang. Mereka juga menjadi tim yang belum terkalahkan dalam delapan laga terakhir.

Ya, kali terakhir PSIM menderita kekalahan yakni ketika menghadapi PSCS Cilacap pada laga pembuka Liga 2 2021. Saat itu mereka menyerah dengan skor 0-1 (26/9). Lantas, apa rahasia di balik penampikan apik Aditya Putra Dewa cs di putaran kedua ini?

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara punya jawaban atas pertanyaan tersebut. “Ini antara kami tim pelatih dan pemain saling support dan memberikan masukan serta evaluasi. Yang pasti ini dari kemauan pemain,” kata Seto.

Pelatih berlisensi AFC Pro itu mengatakan, hasil kurang memuaskan di putaran pertama tak lepas dari imbas pandemi Covid-19. Seto menyebut kompetisi di masa pandemi cukup membikin tim kesulitan beradaptasi. “Pada dasarnya di awal kami ada beberapa kendala, masih adaptasi dengan kompetisi pandemi Covid-19 ini,” beber Seto.

Selain itu adakah wejangan khusus yang diberikan ke pemain? “Tidak ada bisikan setelah pertandingan keempat. Karena saya tidak pernah membisiki pemain, saya teriak-teriak,” ucapnya sembari tertawa.

Di sisi lain, kebangkitan PSIM di putaran kedua ini tidak lepas dari penampilan impresif Sugeng Efendi. Dia menjadi sumber gol bagi Laskar Mataram. Saat ini, Sugeng sudah mengoleksi empat gol di Liga 2 2021.

Penyerang 23 tahun itu juga menjadi aktor penentu kemenangan PSIM di dua laga terakhir. Pertama, saat menghadapi Persis Solo (15/11). Sebiji gol Sugeng mengantarkan Laskar Mataram memenangi duel bertajuk Derby Mataram itu. Terbaru, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor kala meladeni PSG Pati. Tak hanya itu, pada laga sebelumnya pemain kelahiran Magelang itu juga ikut andil dalam kemenangan PSIM 3-1 atas Hizbul Wathan FC (8/11).

Kendati tampil ciamik dan membawa timnya meraih kemenangan beruntun, Sugeng memilih tetap membumi. Dia berujar hasil positif yang didapat berkat kerja keras semua pemain. Juga karena campur tangan Tuhan. “Yang jelas karena pemain saling percaya satu sama lain. Kuncinya semua pemain berusaha maksimal dan Alhamdulillah doa kita bisa dikabulkan Allah,” ujar Sugeng kepada Radar Jogja kemarin (25/11).

Meski sudah menapakkan satu kaki di babak 8 besar Liga 2, Sugeng ingin timnya tetap fokus sampai laga terakhir versus Persijap Jepara (30/11). Pada laga tersebut PSIM hanya butuh hasil seri saja untuk memastikan lolos ke babak berikutnya.

Saat ini klub kebanggaan Brajamusti dan The Maident itu berada di posisi dua dengan raihan 16 angka. Mereka terpaut tiga poin dari PSCS Cilacap yang sama-sama menyisakan satu laga melawan pemuncak klasemen Grup C, Persis Solo. Karena itu, matchday terakhir nanti bakal menjadi partai hidup mati bagi PSIM untuk lolos ke babak 8 besar. (ard/din)

Jogja Sport