RADAR JOGJA – Dalam rangka penyegaran tahapan pembinaan atlet, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menggelar workshop Long Term Atlet Development (LTAD) Selasa (23/11). Kegiatan tersebut diikuti oleh Kelas Khusus Olahraga (KKO), Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), dan Pembinaan Atlet Berbakat (PAB).

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan, dengan adanya workshop LTAD ini diharapkan bisa berdampak pada prestasi DIJ di masa yang akan datang. “Jadi kami mau sharing saja menyegarkan kembali bahwa tahapan pembinaan atlet usia muda itu tidak ujug-ujug jadi atlet,” kata Djoko kemarin.

Guru Besar FIK UNY itu menjelaskan, ada tujuh tahapan pembinaan atlet usia muda. Antara lain; active start, fundamentals, learn to train, train to train, traine to complete, train to win, dan active for life.

“Nah tahapan itu yang pelaksanaan belum seperti itu. Sehingga ujug-ujug begitu masuk jadi atlet, dia langsung digenjot latihan fisik dan lain-lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djoko berujar jika atlet dipaksa untuk meraih prestasi di usia muda, bisa berdampak buruk pada prestasi mereka. Sebab, masing-masing cabang olahraga memiliki masa keemasan yang berbeda-beda.

“Sehingga harapan kita nanti betul-betul dapat atlet usia muda yang menanjak prestasinya,” paparnya. “Kalau atlet dimatangkan sebelum masanya, itu akan mentok di usia 18 tahun. Setelah itu turun prestasinya dan akan habis,” tambah Djoko. (ard/din)

Jogja Sport