RADAR JOGJA – PSIM Jogja bakal menghadapi PSG Pati dalam lanjutan babak penyisihan Grup C Liga 2 2021. Laga pekan ke-9 ini dipastikan bakal berjalan sengit. Kedua tim sama-sama memiliki ambisi untuk memenangkan pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Solo, petang ini (24/11).

Bagi PSIM, kemenangan menjadi harga mati dan tak bisa ditawar. Laskar Mataram -julukan PSIM- wajib menang untuk menjaga peluang lolos 8 besar. Sedangkan PSG Pati harus menang demi bertahan di Liga 2 musim depan.

Menilik tabel klasemen sementara, PSIM berada di atas PSG Pati. Laskar Mataram nangkring di peringkat tiga dengan koleksi 13 poin. Sementara Laskar Kuda Hitam -julukan PSG- tercecer di peringkat lima dengan torehan empat angka.

Pada putaran pertama lalu, PSIM sukses membekuk PSG dengan skor 2-0 (19/10). Hasil positif itu diharapkan berlanjut di laga petang nanti. “Harus menang agar lebih meyakinkan untuk bisa lolos ke 8 besar. Harapan saya juga, pemain bisa bermain lebih baik,” ujar Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara dalam konferensi pers virtual Selasa (23/11).

Jelang laga krusial ini, Laskar Mataram tengah dinaungi tren positif usai berhasil mengalahkan musuh bebuyutan Persis Solo dengan skor 1-0 (15/11). Sebaliknya, tim lawan sedang dalam kondisi drop menyusul hasil minor di dua laga sebelumnya. Mereka mendapat pengurangan tiga poin dan dinyatakan kalah 3-0 dari Persis dan terbaru ditumbangkan Persijap Jepara 1-0 (16/11).

Kendati demikian, Seto mengintruksikan anak asuhnya tetap fokus dan tak meremehkan lawan. Pelatih asal Kalasan, Sleman, itu menilai PSG memiliki kualitas pemain mumpuni. “Saya pikir PSG Pati akan tampil habis-habisan saat menghadapi kami, karena posisi mereka cukup rawan untuk degradasi. Itu yang akan kami antisipasi,” katanya.

Di sisi lain, PSIM sendiri bukan tanpa kendala. Kekuatan Laskar Mataram terancam tereduksi di laga nanti. Sejumlah pemain dinyatakan cedera dan masih dalam pantauan tim medis. Sementara satu pemain yang dipastikan absen yakni Akbar Tanjung.

“Ada sekitar tujuh sampai delapan pemain dalam pengawasan medis, itu memang mengurangi pilihan. Tapi kami mencoba maksimalkan pemain yang ada dan harapan hasil-hasil yang kemarin jadi motivasi lebih buat pemain,” paparnya.

Sementara itu, bek PSIM Syarif Wijianto menyatakan, timnya dalam kondisi siap menghadapi PSG. Dia juga berjanji akan berjuang keras dan tampil maksimal untuk mencuri tiga angka. “Pertandingan besok (hari ini, Red) bakal menentukan buat kita dan Pati. Yang penting bekerja maksimal, kita harus enjoy dan rileks saat bermain,” tandasnya. (ard/laz)

Jogja Sport