RADAR JOGJA – Kebugaran pemain menjadi PR lain tim pelatih PSIM Jogja. Ya, setidaknya ada enam pemain pilar yang masih dalam pantauan tim medis. Seperti Purwaka Yudhi, Akbar Tanjung, Sunni Hizbullah, Sugeng Efendi, Jodi Kustiawan, hingga Yudha Alkanza.

Fisioterapis PSIM Sigit Pramudya mengatakan, cedera silih berganti yang dialami pemain tak lepas dari imbas mandeknya kompetisi karena pandemi Covid-19. Dia mengklaim, tidak hanya PSIM, tim-tim lain juga mengalami kendala serupa.

“Kami sudah komunikasi dengan teman-teman klub lain, apa yang terjadi di sana memang banyak cedera pangkal paha, hamstring, dan lutut. Kemarin kan setahun tidak ada kompetisi, itu bikin up and down kondisi pemain,” kata Sigit Kepada Radar Jogja Senin (22/11).

Nah, sebagai antisipasi semakin banyaknya pemain yang masuk ruang perawatan, tim pelatih PSIM punya cara khusus. Apa itu? “Kami ngatur tempo di recovery, latihan strength sesuai di kebutuhan masing-masing pemain,” ujarnya.

Cara tersebut setidaknya dapat meminimalisir badai cedera pemain. Apalagi, saat ini kompetisi menggunakan format home tournament, dengan sistem double round robin pada babak penyisihan.

“Setiap pertandingan pasti temponya selalu tinggi. Kami hanya ditentukan dalam 10 match. Beda kalau yang Liga 2 sebelumnya,” beber Sigit.

Dengan minimnya jumlah pertandingan, lanjut Sigit, praktis peserta tim akan berpikir dua kali untuk merotasi pemain. Atau hanya mencoba memainkan pemain muda. “Selain tempo permainan tinggi, dari segi tekanan psikologis juga tinggi. Kalau sudah tertekan di psikologi tentu akan berpengaruh di fisik. Fisik akan memengaruhi di otot,” papar Sigit.

Beruntung, sejauh ini hampir semua pemain PSIM sudah mendapat kesempatan tampil. Itu artinya Laskar Mataram -julukan PSIM- punya skuad yang merata. “Mungkin tim-tim lain pemain itu-itu saja yang dimainkan. Kalau di kami (PSIM) kan nggak, jadi nggak jomplang banget,” tandasnya.

Sementara itu, Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara berharap di dua match sisa, versus PSG Pati (24/11) dan Persijap Jepara (30/11) dalam lanjutan babak penyisihan Grup C timnya bisa meraih hasil maksimal. Juga tidak lagi dihadapkan dengan masalah cedera pemain.

“Kita jaga jangan sampai cedera dan bagaimana juga kita nanti akan bermain. Apapun yang terjadi di pertandingan ya itu adanya,” tutur Seto.

Lantas, apakah tim pelatih akan merotasi pemain di laga selanjutnya? “Kami lihat perkembangan di latihan, saya selalu melihat di sana (latihan) bagaimana kondisi terakhir pemain,” imbuhnya. (ard/pra)

Jogja Sport