RADAR JOGJA – Dalam upaya peningkatan kualitas pertandingan sepak takraw di DIJ Pengda cabor Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) DIJ menggelar program pelatihan wasit sepak takraw tingkat daerah (S2), 17-19 November 2021. Selain minimnya jumlah wasit sepak takraw di DIJ, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk melahirkan banyak wasit daerah berlisensi.

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Teguh Raharjo mengatakan, program pelatihan wasit merupakan kesempatan untuk belajar bersama. Yakni bagaimana menjadi wasit yang jujur, tegas, bijaksana, dan berkualitas. “Saya berharap DIJ bisa menjadi gudangnya wasit-wasit sepak takraw berlisensi nasional maupun internasional, sekaligus pusat pelatihan sepak takraw nasional,” ujar Teguh.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, KONI DIJ mendorong setiap sekolah agar memiliki guru olahraga atau pelatih yang berkecimpung di cabor sepak takraw. Harapannya ke depan cabor ini dapat berkembang dan dikenal oleh khalayak luas. Juga berprestasi di kancah nasional hingga internasional. “Konsistensi dan sinergisitas dengan pihak-pihak terkait seperti sekolah, klub, sampai pemangku kepentingan olahraga diharapkan juga dapat terjalin dengan baik,” papar Teguh.

Sementara itu, Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Prestasi PSTI DIJ Danang Agus Yuniarto menjelaskan, tujuan dari pelatihan wasit sebagai ajang regenerasi. Mengingat saat ini di DIJ hanya memiliki delapan wasit saja. Padahal dalam waktu dekat ada sejumlah kompetisi yang akan diadakan. Salah satunya Kejurda Senior di Gunungkidul pada 26-27 November 2021 nanti. “Jadi melalui pelatihan, kami akan mendorong teman-teman hingga ke tingkat nasional,” paparnya.

Lebih lanjut, Danang menuturkan, saat ini sejumlah program pembinaan prestasi PSTI DIJ juga sudah dirancang. Termasuk mempersiapkan program untuk lolos Pra-PON (Pekan Olahraga Nasional) 2023 dan PON XXI Aceh-Sumatra Utara 2024. “Kami juga berharap pada Pra-PON nanti, DIJ bisa menjadi tuan rumah. Termasuk di dalamnya berperan dalam hal perwasitan,” bebernya.

Adapun program pelatihan wasit diikuti sebanyak 25 orang. Peserta berasal dari guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) serta perwakilan dari Pengkab/Pengkot PSTI DIJ. (ard/din)

Jogja Sport